Politik

Satu Luka, Tiga Penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bekasi Meregang Nyawa

Redaktur: Heryanto
Satu Luka, Tiga Penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bekasi Meregang Nyawa - Politik

ILUSTRASI - Suasana pemungutan suara di TPS.

indopos.co.id - Satu orang pengurus Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan dua orang Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Bekasi merenggang nyawa. Mereka tewas kelelahan sebelum dan sesudah pelaksanaan Pemilu.

Sedang, satu petugas TPS mengalami luka akibat tertimpa tenda pencoblosan. Anggota KPPS yang meninggal dunia, kata Jajang, atas nama Budi selaku Ketua KPPS 63, Desa Simpangan Cikarang Utara.

Untuk yang selamat dan mengalami luka adalah bernama Roni anggota KPPS 112 Kecamatan Babelan. Sedang, untuk anggota PPS yang meninggal atasnama Boris PPS Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, dan satu lagi petugas yang meninggal dari Petugas penertiban TPS 26, Desa Lubang Buaya Kecamatan Setu atas Ramdani.

“Ada satu anggota KPPS yang meninggal, dan satu rekannya mengalami luka serius. Sementara dari PPS ada satu orang meninggal, ditambah petugas TPS juga meninggal,” Jajang Wahyudin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Selasa (23/4/2019).

Jajang menjelaskan, Boris anggota PPS Desa Kerta Rahayu meninggal dunia satu hari menjelang pemilihan karena kelelahan mempersiapkan pencoblosan. Sedang, Budi Ketua KPPS 63 Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara meninggal dunia karena kelelahan usai  pemilihan 17 April 2019 lalu.

Selain itu, kata dia, Roni anggota KPPS 112 di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan yang terkena musibah saat membongkar tenda pasca pencoblosan. "Beliau terluka hingga akhirnya dirawat di rumah sakit dan mendapatkan beberapa perawatan khusus dari tim dokter," ujar Jajang.

Menurutnya, Pemilu serentak 2019 ini memang memakan energi hingga akhirnya banyak penyelenggara Pemilu yang kelelahan hingga akhirnya sakit dan tumbang. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan ke KPU Jawa Barat untuk menginventarisir petugas sakit maupun meninggal dunia untuk mendapatkan santunan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui terkait musibah yang dialami petugas penyelenggara Pemilu. Dia berharap, seluruh jasa mereka tak bisa dilupakan begitu saja. "Mereka ada yang kelalahan sampai merenggang nyawa. Kita turut berduka sedalam-dalamnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Dua orang Ketua KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bekasi meninggal dunia usai melakukan proses pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu (17/4). Satu diantaranya, Ahmad Salahudin, 43, tewas mengenaskan tertabrak truk usai melakukan penghitungan suara di TPS 81 Kranji.

Sedangkan Fransikus Asis Ismantara, 53, tewas karena kelelahan setelah menjadi Ketua KPPS 31, RT 7/2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Korban Ismantara meninggal dunia di RS Saint Elisabeth Rawalumbu, Jum'at (19/4) pukul 04.40 WIB. Sebelumnya, korban ambruk karena kelelahan. (dny)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.