Ekonomi

PLN Diguyur Pinjaman Rp 16,75 triliun

Redaktur: Jakfar Shodik
PLN Diguyur Pinjaman Rp 16,75 triliun - Ekonomi

Petugas memeriksa instalasi listrik di Gardu Induk Muara Tawar, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/3). PT PLN akan mengoperasikan Gardu Induk 150 kilo Volt berkapasitas 2 x 60 MVA dengan suplai dua unit Interbus Transformator (IBT) 500 kV PLTGU Muara Tawar guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di DKI Jakarta dan Bekasi. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww.

indopos.co.id - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapat kredit sindikasi senilai Rp 16,75 triliun. Pinjaman lunak itu terdiri dari skema konvensional Rp 13,25 triliun dan skema syariah Rp 3,5 triliun. Seluruh pinjaman tersebut berdurasi 10 tahun dari sejumlah perbankan nasional.

Adapun sindikasi perbankan kali ini terdiri dari Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), CIMB Niaga (BNGA), Sarana Multi Infrastruktur (SMI), BNI Syariah, dan BCA Syariah. Dana sindikasi perbankan itu untuk modal membangun gardu induk dan transmisi dalam mendukung program 35 giga watt (GW). ”Selain cost of fund pinjaman kompetitif, pendanaan sindikasi itu juga meningkatkan portofolio rupiah pada pinjaman PLN, dan menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur kelistrikan tanah air,” tutur Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto di Jakarta, Selasa (23/4).

Di samping itu, kepercayaan tersebut tidak lepas dari kemampuan PLN dalam mempertahankan tarif listrik tidak naik dan menjaga kondisi keunganan perusahaan tetap sehat. Dalam pelaksanaan perjanjian pendanaan investasi itu, PLN tidak hanya menggunakan skema konvensional melainkan juga skema syariah (pembiayaan musyarakah). Itu membuktikan PLN dan lembaga keuangan bank dan non-bank syariah sangat mendukung perkembangan ekonomi syariah termasuk pendanaan skema syariah untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. ”Kami berharap kerja sama ini, akan semakin berkembang di kemudian hari,” harapnya.

Saat ini, bilang Sarwono, PLN terus berusaha meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk mendapatkan listrik. Melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Pada waktu bersamaan, PLN juga melakukan efisiensi interal. Hasil program-program investasi PLN dari tahun ke tahun, kini memberikan perkembangan cukup signifikan bagi kondisi kelistrikan di Indonesia.

Berdasar  laporan Ease of Doing Business (EoDB) World Bank , indikator Getting Electricity atau kemudahan mendapat listrik peringkat Indonesia semakin baik. Posisi Indonesia berada 33 dari 190 negara yang disurvei. Peringkat Indonesia lebih baik dibanding tahun lalu di level 38, dan peringkat 49 pada 2017. ”Itu menjukkan PLN terus berusaha memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan iklim investasi atas infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia,” ulas Sarwono.

Sebelumnya, pada 20 Februari 2019 lalu, Menteri Energi Sumber Daya Meneral (ESDM) telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik 10 tahun ke depan, PLN telah merencanakan pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik. Di antaranya total pembangkit tenaga listrik 56.395 mega watt (MW), total jaringan transmisi sepanjang 57.293 kilo meter sirkuit (kms), total gardu induk 124.341 mega volt ampere (MVA), total jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan total gardu distribusi 33.730 MVA.

Selain itu, PLN juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan target penambahan pembangkit energi terbarukan 16.714 MW untuk mencapai target bauran EBT minimum 23 persen pada 2025. Pemerintah juga terus mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan yaitu penerapan teknologi PLTU Clean Coal Technology (CCT).

Sementara itu, bauran gas dijaga sebesar minimum 22 persen pada 2025. Itu untuk mendukung integrasi pembangkit EBT bersifat intermittent (Variable Renewable Energy). PLN akan selalu menjalankan yang dibebankan pemerintah untuk kemakmuran masyarakat Indonesia.

”Oleh karena itu, kami akan selalu membuka kerja sama dengan lembaga keuangan bank dan non-bank untuk penyediaan dana pembangunan infrastruktur kelistrikan. Kerja sama berjalan baik itu, akan semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan investasi di Indonesia, dengan ketersediaan listrik semakin andal,” tegas Sarwono. (dai)

Berita Terkait

Ekonomi / PLN Terangi Desa-Desa Kalbar

Ekonomi / Ini Sikap PLN Jawab Kebutuhan Dunia

Nasional / Lebaran 2019, Pasokan Listrik Tercukupi

Ekonomi / Jelang Pemilu, Pemerintah Pantau Kesiapan Listrik PLN


Baca Juga !.