Daerah

Santunan Rp 15 Juta untuk Ahli Waris Korban Tsunami Selat Sunda

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Santunan Rp 15 Juta untuk Ahli Waris Korban Tsunami Selat Sunda - Daerah

RATA- Warga mencari barang berharga di antara puing-puing rumah mereka yang hancur diterjang tsunami di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung.FOTO:IST

indopos.co.id - Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Yaitu untuk merealisasikan santunan kematian untuk ahli waris dan jaminan hidup bagi masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan pada 22 Desember 2018.

“Saya bersama tim menerima kunjungan tim Kementrian Sosial untuk berkoordinasi dan melakukan verifiikasi dan validasi agar santunan bagi ahli waris dan jaminan hidup bisa segera diberikan secepatnya,” Kata Sumarju, di Bandarlampung. Rabu (24/4/2019).

Sementara itu, Ditjen Linjamsos Kementerian Sosial, Sunarti, mengatakan verifikasi dan validasi ini dilaksanakan untuk dua hal, yakni tentang bantuan santunan hidup masyarakat korban tsunami yang tinggal di hunian sementara (Huntara) dan santunan ahli waris.

Berdasarkan SK Bupati Lampung Selatan No. B/184.1/IV.06/HK/2019 tanggal 4 Februari 2019 tentang Penetapan Bantuan Santunan Jaminan Hidup Pasca Bencana Tsunami Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan 2019 ditetapkan sebanyak 440 KK, namun demikian perlu ada pendataan ulang.

“Jaminan hidup diberikan kepada setiap jiwa selama 60 hari dengan bantuan sebesar Rp 10.000/hari/jiwa, sehingga setiap jiwa akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp 600 ribu,” kata Sunarti.

Ia menjelaskan, verifikasi dan validasi yang kedua adalah santunan ahli waris berdasarkan SK Bupati Lampung Selatan No. B/185.1/IV.06/HK/2019 tanggal 4 Februari 2019. Dalam SK tersebut tercantum sebanyak 122 orang.

"Santunan ahli waris yang telah diberikan secara simbolis sebanyak tujuh orang beberapa hari setelah bencana. Santunan kematian bagi ahli waris sebesar Rp 15 juta,” katanya. Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Provinsi Lampung, Maria Tamtina, mengatakan santunan kematian diberikan juga kepada korban di luar Kabupaten Lampung Selatan yang sedang berekreasi di wilayah terdampak dan tercantum dalam SK Bupati tersebut.

”Jadi bukan hanya masyarakat yang terkena dampak saja, tetapi untuk yang sedang rekreasi juga berhak menerimanya,” katanya.(ant)

Berita Terkait

Ekonomi / Riset Beri Gambaran Pelaksanaan Program PKH

Kesra / 370 Pendamping Baru PKH Ikuti Bimtap SDM

Megapolitan / Mendagri Apresiasi Pemprov Banten Tangani Bencana Tsunami

Megapolitan / Ratusan Pendamping Program Bantuan Warga Miskin Mundur


Baca Juga !.