Internasional

ISIS Klaim Dalang Bom Sri Lanka

Redaktur:
ISIS Klaim Dalang Bom Sri Lanka - Internasional

SERANGAN-Kerabat berduka saat upacara penguburan korban ledakan bom di sebuah pemakaman, tiga hari setelah serangkaian serangan bunuh diri yang menargetkan gereja dan hotel mewah di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (24/4/2019). Foto: Dok/AFP

indopos.co.id - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom yang menewaskan lebih dari 320 orang pada Minggu Paskah di Sri Lanka. Para ahli menduga bahwa serangan hari itu memiliki ciri khas kelompok tersebut. Ini adalah operasi luar negeri paling mematikan yang diklaim ISIS sejak memproklamirkan kekhalifahannya lima tahun lalu.

Pihak ISIS memastikan, bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan yang menghancurkan meskipun mengalami banyak kekalahan di Timur Tengah. Kelompok tersebut memberikan pernyataan yang mengatakan bahwa para pejuangnya bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan mengungkapkan daftar nama pelaku bom bunuh diri yang juga ditampilkan dalam video sambil bersumpah setia.

Meskipun ISIS telah membuat klaim tanggung jawab yang keliru di masa lalu, tampaknya keterlibatan mereka dalam bom bunuh diri di tiga gereja dan beberapa hotel mewah pada hari Minggu akan dikonfirmasi oleh investigasi yang sedang berlangsung. Klaim dari ISIS datang setelah pihak berwenang Sri Lanka mendapat tekanan terkait laporan bahwa mereka telah menerima peringatan berulang kali dari Badan Intelijen India tentang kemungkinan serangan bunuh diri terhadap gereja.

Seorang Pejabat Pertahanan Sri Lanka mendapat peringatan yang dikirimkan oleh Pejabat India pada Sabtu (20/4) malam. Sumber pemerintah India mengatakan, pesan serupa telah diberikan kepada agen intelijen Sri Lanka pada 4 April dan 20 April.

Perdana menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan, masih banyak bahan peledak dan militan di luar sana, dan mengakui telah ada peringatan sebelumnya tentang kemungkinan serangan. “Beberapa pejabat kemungkinan akan kehilangan pekerjaan karena penyimpangan intelijen,” kata Wickremesinghe.

Ia juga mengungkapkan ada serangan yang gagal pada hotel keempat, dan kedutaan India bisa juga menjadi target. Lebih dari 40 orang telah ditangkap dalam penyelidikan atas serangan itu. Militer telah memberikan kekuatan darurat, yang memungkinkan mereka untuk melakukan pencarian tanpa surat perintah dan menahan tersangka hingga dua minggu tanpa sidang pengadilan.

“Kekuasaan semacam itu belum pernah dikeluarkan sejak perang, yang berakhir satu dekade lalu,” tuturnya. (fay)

 

Berita Terkait

Nasional / Hemas Gugat Oso ke MK


Baca Juga !.