Megapolitan

Divonis Mati, Pembunuh Mantan Jurnalis Banding

Redaktur:
Divonis Mati, Pembunuh Mantan Jurnalis Banding - Megapolitan

HUKUMAN MAKSIMAL - Pasutri pembunuh mantan wartawan di PN Cibinong. Foto: Sofiansyah/radar bogor/indopos grup

indopos.co.id - Setelah divonis mati, tiga pelaku pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, 43, mantan jurnalis yang mayatnya ditemukan dalam drum langsung banding. Pasangan suami istri (pasutri) M Nurhadi dan Sarimuniasih divonis mati saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong, Selasa (23/4/2019)

Kuasa hukum Nurhadi, Ramli M Sidiq mengaku akan banding dengan vonis itu mulai dari Pengadilan Tinggi (PT) sampai ke Mahkamah Agung (MA). Menurutnya juga, termasuk terdakwa lain yang membantu membuang mayat Dufi, yaitu Yudi alias Dasep juga akan mengajukan banding. ”Ketiganya banding,” terangnya.

Sebelumnya, tangis Sarimuniasih pecah setelah mendengarkan vonis hakim PN Cibinong yang memvonis dirinya beserta suami dengan hukuman mati. Bersama pasangannya, M. Nurhadi, keduanya divonis mati karena terbukti membunuh Dufi. Pembunuhan terjadi di rumah tersangka, Kampung Bubulak, Desa Bojong Kulur, RT 03/05, Kecamatan Gunung Putri.

Korban tewas setelah ditusuk dua kali di bagian dada sebelah kiri oleh tersangka pada 17 November 2018.

Pembunuhan terungkap setelah penemuan mayat dalam drum di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu, 18 November 2018.

Juru Bicara PN Kelas IA Cibinong, Chandra Gautama mengatakan vonis dijatuhkan kepada kedua pasangan suami istri (pasutri) atas beberapa pertimbangan. Selain dilakukan dengan perencanaan, keduanya pun merupakan aktor utama pembunuhan Dufi.

Ditambah, kata Chandra, cara tersangka memperlakukan mayat korban dianggap sadis menyimpannya di dalam drum. ”Selama 2,5 tahun terakhir, ini putusan mati pertama yang ditetapkan PN Cibinong,” terang Chandra.

Dikatakannya kemudian, setelah vonis ini, tersangka diberikan waktu tujuh hari untuk mempertimbangkan apakah menerima vonis atau mengajukan banding. ”Eksekusi tentunya menunggu kekuatan hukum tetap atau inkrah,” kata dia lagi.

Sementara itu, tersangka lainnya yakni Yudi Alias Dasep divonis 10 tahun kurungan penjara, vonis ini lebih rendah 5 tahun dari tuntutan JPU yakni 15 tahun. ”Dasep diketahui hanya membantu membuang mayat korban,” paparnya.

Sedangkan adik Dufi, Muhammad Ali Ramdhani yang hadir di persidangan berterima kasih kepada majelis hakim yang telah memberikan vonis kepada tiga tersangka. ”Bagi kami sangat adil. Kami percaya hakim telah memberikan putusan yang seadil-adilnya dan terbuka,” papar Ali.

Meski merasa adil, Ali menegaskan akan tetap mengawal proses persidangan selanjutnya, jika tersangka mengajukan banding bahkan kasasi. ”Keluarga akan terus mengawasi hingga putusan akhir,” tandasnya. (wil/c)

Berita Terkait


Baca Juga !.