Lifestyle

Bahaya, Jangan Makan Kerang Hijau Teluk Jakarta

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Bahaya, Jangan Makan Kerang Hijau Teluk Jakarta - Lifestyle

YUMMY-Ilustrasi masakan kerang hijau saus tiram.FOTO:IST

indopos.co.id - Anda yang penghobi melahap kerang hijau di wilayah DKI dan sekitarnya sebaiknya mulai berpikir ulang. Ternyata kerang hijau yang berasal dari seputaran Teluk Jakarta terbukti berbahaya. Zat-zat pencemar yang terserap ke dalam kerang hijau memicu penyakit kanker dan penyakit degeneratif non-kanker bagi manusia yang mengonsumsinya.

Ironisnya, hampir semua zat-zat logam berat pencemar berbahaya di perairan Jakarta terserap di dalam kerang hijau. Itulah hasil penelitian Guru Besar Bidang Ekobiologi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Etty Riani. Logam berat yang mencemari Teluk Jakarta membuat biota laut di kawasan itu berbahaya untuk dikonsumsi.  "Orang yang mengonsumsi ikan dari Teluk Jakarta rentan terhadap kanker dan penyakit degeneratif, seperti gagal ginjal,” ujar Etty.

Berdasarkan hasil penelitiannya, pencemaran logam berat tersebut berasal dari limbah domestik dan limbah pabrik industri yang dibuang ke sungai. Ia mengatakan, kadar zat logam berat yang ada di ikan berbeda dengan kerang.

Ikan dari Teluk Jakarta, menurut dia, ada kandungan logam berat timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Sementara itu, pada kerang hijau, hampir semua logam berat ada di dalamnya. Antaralain Hg (merkuri), Cd (kadmium), Pb (timbal), Cr (krom), dan Sn (timah) tinggi yang semuanya membahayakan.

Atas dasar itulah ia tidak menyarankan untuk mengonsumsi kerang hijau dari Teluk Jakarta. Kendati demikian, kata dia, tidak semua kerang hijau tercemar logam berat. " Kerang hijau yang di Cirebon masih bagus kok," ucap dia. tingginya kadar logam berat  pada kerang hijau di kerang hijau karena kemampuan tubuh kerang tersebut mengikat logam berat.

Ini berbeda dengan kerang bulu di Teluk Jakarta yang disebutnya mengandung kadar logam berat yang rendah. Selaom oti Etty mengatakan, tidak semua ikan di Teluk Jakarta dilarang untuk dimakan. Selama kadar logam beratnya tidak terlalu tinggi, ikan tersebut masih aman dikonsumsi.(dni)

 


 
 
 

 
 

Berita Terkait

Jakarta Raya / Kasus Korupsi Reklamasi Belum Tuntas

Jakarta Raya / Siapa W yang Ditahan Polisi?

Jakarta Raya / Loh, Kok Belum Sentuh Pemulihan Teluk Jakarta?


Baca Juga !.