Asah Kemampuan Literasi Guru

indopos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus meningkatkan kompetensi guru dan tenaga pendidik. Sebanyak 120 guru di DKI Jakarta mengikuti kursus bahasa Inggris. Pelatihan English for Jakarta ini menggabungkan teknik tatap muka dan pelatihan secara daring atau online.

Para guru mendapatkan pelatihan dari para pakar bahasa dari Inggris British Council. Selain berlatih Bahasa Inggris, para guru juga memeroleh pelatihan berbagai strategi, metode dan materi pembelajaran bahasa Inggris.

Program pelatihan ini digadang-gadang mampu mengintegrasikan penggunaan materi belajar dan mengajar bahasa Inggris dengan baik. Direktur British Council Indonesia Paul Smith mengatakan, pelatihan bahasa Inggris sangat penting bagi guru, pekerja, pelajar, dan mahasiswa. Karena, bisa menambah keahlian dan pengetahuan di dunia kerja. Apalagi, menurutnya Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional yang mengiringi perkembangan teknologi.

“Penguasaan Bahasa Inggris sangat penting bagi Aaparat Sipil Negara(ASN), karena bisa membantu untuk mendapatkan inspirasi dan menciptakan inovasi. Hal ini sejalan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan memperluas jejaring kerja sama antarnegara,” ujar Paul Smith di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program ini tidak hanya fokus pada peningkatan akademik saja, tetapi kemampuan literasi dan pembangunan karakter. Pelatihan ini, Anies berharap bisa diperluas kepada guru-guru di sekolah di wilayah Jakarta.

“Menguasai Bahasa Inggris itu penting bagi warga Jakarta. Karena, kita melihat ini sebagai sesuatu yang strategis. Kami berharap 120 guru yang ikut pelatihan ini bisa mengajarkan lebih luas ke sekolah-sekolah lainnya di Jakarta,” ujarnya.

Materi dibuat spesifik untuk berbagai usia. Empat kemampuan yang disediakan di situs web, yaitu Learn English untuk anak-anak beserta orang tua, Learn English Trend untuk remaja dan Learn English untuk profesional dan mahasiswa, serta Teaching English untuk guru yang berisi materi pendukung pengajaran dan pengembangan pedagogik.

Di tempat yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Moazzam Malik, berharap masyarakat bisa mengakses materi itu untuk belajar bahasa Inggris di mana saja dan kapan saja. “Di China saja situs ini diakses 88 juta orang,” katanya. (nas/wok)

Komentar telah ditutup.