Megapolitan

Sering Longsor, Gunung Sampah Ancam Kali Asem

Redaktur:
Sering Longsor, Gunung Sampah Ancam Kali Asem - Megapolitan

BANJIR - Truk pengangkut sampah melintasi jalan yang digenangi air limbah Kali Asem yang meluap. Foto: Risky Andrianto/antara.

indopos.co.id - Kondisi Kali Asem yang berada di tengah tempat pembuangan sampah milik Kota Bekasi dan DKI Jakarta makin memprihatinkan. Kali itu kini jadi ancaman baru bagi warga yang tinggal di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Pasalnya, banjir akibat luapan air Kali Asem bisa terjadi kapan saja dampak penyusutan lebar kali yang terjadi setiap tahunnya.

Awalnya, lebar Kali Asem sekitar lima meter tapi kini lebar sungai itu tinggal tiga meter akibat penyusutan. Apalagi, kini di sisi kiri dan kanan Kali Asem berdiri gunungan sampah baik dari TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi maupun TPST Bantargebang milik Pemprov DKI. Apalagi, belum lama ini gunungan sampah TPA Sumurbatu longsor menimbun aliran Kali Asem.

”Aliran Kali Asem memang mengecil. Karena, sejak dulu tidak pernah dibangun turab. Akibatnya, luasnya terus menyusut akibat tumpukan sampah,” terang Masropah, kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) TPA Sumurbatu, Kamis (25/4/2019). Wanita yang akrab disapa Ulfa itu juga menjelaskan, banjir yang terjadi beberapa pekan lalu di lokasi TPA Sumurbatu akibat saluran Kali Asem tersumbat.

Sehingga, air naik ke darat dan merendam seluruh akses lintasan truk ke lokasi pembuangan sampah. ”Tapi, kini sudah kami lebarin lagi Kali Asem,” terangnya juga.

Dia juga mengaku, lintasan Kali Asem berada di tengan-tengah lahan pembuangan milik Kota Bekasi dan Pemprov DKI. Sehingga, tanggungjawab untuk penanganannya dilakukan secara bersama-sama.

”Saluran Kali Asem mengalir sampai ke pemukiman penduduk. Kalau terjadi penyumbatan akibat sampah tentu warga teriak karena pemukimannya bisa banjir," paparnya. Saat insiden banjir terjadi, Ulfa langsung memerintahkan jajarannya melakukan pengerukan dasar kali dan pelebaran sisi kali.

Proses pengerukan itu terbukti mengurangi banjir jika hujan datang di TPA Sumurbatu. ”Tapi kita ingin, sisi Kali Asem dipasangi turab biar lebarnya tidak susut dengan penyumbatan sampah. Setiap saat, gunungan sampah jatuh ke Kali Asem,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kabid Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswanti mengatakan tidak bisa membuat lebar Kali Asem seperti semula. Dia mengaku, kalau aliran Kali Asem berada di tengah dua lahan pembuangan sampah milik Kota Bekasi dan Pemprov DKI.

”Jadi tanggungjawabnya berdua, antara kita dan DKI," jelasnya. Kiswanti mengaku, kondisi Kali Asem saat ini memang memprihatinkan. Karena bagian sisi kali belum dibangun site pile. Dia mengkhawatirkan, bila hujan datang dengan intensitas tinggi akan membuat tumpukan sampah longsor ke Kali Asem.

"Seperti belum lama ini, sejumlah akses lintasan kendaraan pembuang sampah banjir, akibat air Kali Asem meluap. Penyebabnya karena sampah di TPA Sumurbatu longsor," tandasnya. (dny)

Berita Terkait

Megapolitan / Sampah Longsor, Akses TPST Bantargebang Terganggu

Megapolitan / Longsor Mengancam, Zona III Pembuangan Sampah Ditutup

Jakarta Raya / Pemprov DKI Tidak akan Mencari Lahan Baru untuk TPST

Headline / Bantargebang Hanya Bertahan Empat Tahun


Baca Juga !.