Lifestyle

Mutiara Tersembunyi Nagekeo

Redaktur: Sicilia
Mutiara Tersembunyi Nagekeo - Lifestyle

INDAH-Kabupaten Nagekeo memiliki magnet pemandangan alam bagi wisatawan yang gemar berpetualang. Foto: ist

indopos.co.id - Nama Nagekeo memang belum sepopuler Flores atau Labuan Bajo. Padahal, kabupaten hasil pemekaran 12 tahun lalu ini juga memiliki beragam potensi wisata.

Mulai dari alam, kuliner, hingga tenun. Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodat mengatakan, wisatawan yang berwisata ke Pulau Flores, selalu berencana berkunjung ke Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung di Ngada, dan Taman Nasional Kelimutu di Ende. 

''Belum begitu banyak wisatawan yang mengetahui keindahan wisata alam, budaya, dan sejarah yang ada di Kabupaten Nagekeo,'' ujarnya disela peluncuran Festival Literasi Nagekeo di Jakarta, belum lama ini.

Kurangnya promosi dan informasi seputar destinasi wisata unggulan di wilayah ini menjadi faktor utamanya. Jika melihat letak geografisnya, bagian utara berbatasan dengan laut Flores, bagian selatan berbatasan dengan laut Sawu, bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Ende, dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Ngada.

Salah satu wisata yang patut dicoba jika berkunjung ke Nagekeo adalah Kampung adat Tutubhada. Terdapat di Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan. Kampung adat ini merupakan situs kampung tua di Kabupaten Nagekeo dan hanya berjarak sekitar 15 km dari Ibu Kota Mbay. 

''Keunikan dari kampung adat ini adalah benda cagar budaya dan ritual adat yang masih terpelihara dengan baik sampai sekarang,'' paparnya.

Wisatawan biasanya bisa langsung menelusuri kampung yang didalamnya terdapat rumah-rumah adat dengan benda-benda cagar budaya yang masih asli. Peninggalan nenek moyang masyarakat kampung Tutubhada.

Di sana, Anda akan menemukan peninggalan-peninggalan benda cagar budaya, serta berkesempatan melihat atraksi budaya, seperti Tinju Adat (Etu), Potong Kerbau (Para Bhada), Sunat (Tau Nuwa), dan atraksi budaya lainnya. Belum lagi, wisatawan juga bisa menikmati pantai di Pulau Flores yang terkenal indah dan masih alami.

Salah satunya adalah Pantai Marapokot di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Pantai ini terletak di Desa Marapokot Kecamatan Aesesa.

Pantai Marapokot merupakan pelabuhan utama bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di Pulau Pasir Putih Rii Taa. Disini ada juga Situs Peninggalan Perang Dunia II Jepang Okisato terletak di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nagekeo, ada 33 gua peninggalan kolonial Jepang yang tersebar di wilayah adat Lape ini. Ingin lebih mengenalkan potensi pariwisata dan kerajinan Kabupaten Nagekeo Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar Festival Literasi Nagekeo Agustus mendatang. Saat ini, bisa dilihat di Perpustakaan Nasional. 

''Melalui festival literasi diharapkan masyarakat khususnya yang tinggal di Jakarta dapat melihat potensi Kabupaten Nagekeo,'' kata Julie. (dew)

TAGS

Berita Terkait

Lifestyle / Lebaran, Tiket Masuk Bromo-Semeru Naik

Lifestyle / Tracking Seru Bareng Orang Utan

Lifestyle / Mereguk Segar di Curug Cibulao

Lifestyle / Eksotika Pulau Tegal Mas Lampung

Lifestyle / "Surga" nan Hijau di Pagar Alam

Daerah / Berlari Ditemani Indahnya "Pasir Berbisik"


Baca Juga !.