Jaga Kredibilitas Messi

indopos.co.id – La Liga musim ini menjadi awal hegemoni Barcelona menyongsong treble winners. Bagi Lionel Messi yang mengawali musim debutnya sebagai el capitan, titel La Liga merupakan supremasi berikutnya bersama Blaugrana.

Ini semua di luar dari kebijakan rotasi yang mungkin diambil entrenador Ernesto Valverde pada jornada ke-34 dini hari nanti kontra Levante. Sebab, Barcelona juga harus menjaga irama jelang leg pertama semifinal Liga Champions melawan Liverpool (2/5/2019). Apakah Valverde memainkan Lionel Messi sebagai starter atau cadangan.

Baca Juga :

Ya, tiga poin dari Levante akan mengunci La Liga musim ini menjadi milik Barca dan trofi pertama Messi sebagai kapten tim pasca jadi suksesor Andres Iniesta yang hengkang ke Vissel Kobe awal musim ini. Meski Atletico Madrid bisa menyamai poin Barca pada akhir musim, mereka tetap tidak bisa juara karena kalah head to head.

Memang, sudah ada trofi Piala Super Spanyol (13/8/2018) bagi La Pulga (Si Kutu)–julukan Messi. Tapi, itu terjadi pada awal musim dan semua kompetisi inti (La Liga, Copa del Rey, Liga Champions) belum dimulai. Jadi, gelar itu belum bisa jadi tolok ukur kredibel bagi kepemimpinan striker 31 tahun. Musim lalu, Barca nyaris meraih treble. Tapi, langkah di Liga Champions dihentikan AS Roma pada perempat final.

Baca Juga :

Zidane Tak Pernah Kalah di Camp Nou

Apalagi, dia punya jejak rekam tidak mengesankan ketika menjabat kapten timnas Argentina sejak 2014. Ya, tim tango gagal total. Albiceleste jadi runner-up beruntun pada Piala Dunia 2014, Copa America 2015, dan Copa America Centenario 2016. Piala Dunia 2018 juga hancur lebur bagi Argentina karena sudah angkat koper di 16 besar.

”Jika Messi berjarak 30 meter dan langkahnya kemudian adalah bergerak ke kiri (cut inside dari kanan, Red) pemain lain (di Argentina, Red) tidak mungkin membiarkan dia menyelesaikan segalanya seorang diri. Kami tidak bisa meninggalkannya sendirian atau bergantung padanya,” ucap legenda Argentina Claudio Caniggia kepada Marca merujuk kepada progres stagnan Messi bersama timnas.

Baca Juga :

Tapi, Barca beda dari Argentina. Messi lebih enjoy dan rekan setimnya di Barca sudah paham itu. Bahkan, Messi memimpin pencetak gol dan pemberi assist terbanyak La Liga dengan 33 gol dan 13 assist. Catatan itu sementara membuat Messi unggul dalam perburuan El Pichichi dan Golden Boot.

Bisa dibilang, jebolan La Masia itu kian matang musim ini. Padahal, dia sudah tidak lagi ditemani mentor kapten seperti Carles Puyol, Xavi Hernandez, dan Iniesta. Sebaliknya, dia bisa jadi senior yang membimbing dengan baik para junior seperti Ousmane Dembele dan Arthur Melo agar tongkat estafet kecemerlangan Barca masih bertahan setidaknya hingga dia pensiun beberapa musim lagi.

Dominasi Barca di La Liga musim ini juga tidak lepas dari melempemnya dua klub ibu kota sejak musim lalu; Real Madrid dan Atletico Madrid. Ya, La Liga musim lalu adalah kali pertama tim kampiun bisa juara dengan gap cukup lebar (15 poin) setelah musim-musim sebelumnya sangat ketat dan tidak lebih dari 5 poin sejak musim 2012-2013. Bahkan, Barca juara 2015-2016, selisih dengan Real di posisi kedua hanya 1 poin saja (91-90).

Luis Suarez mengakui bahwa semua pemain di Barca menikmati masa-masa kejayaan Blaugrana bersama Messi. “Kami rekan tim dan teman yang baik dan selalu ada rasa saling menghormati. Hal yang paling menyenangkan bagi kami semua bisa merasakan kesuksesannya (karir Messi, Red),” ucap Suarez. (koc)

Komentar telah ditutup.