Megapolitan

Taman Bukan Sekadar Hiasan, Sekaligus Tempat Bermain dan Belajar

Redaktur:
Taman Bukan Sekadar Hiasan, Sekaligus Tempat Bermain dan Belajar - Megapolitan

RUANG SOSIAL - Warga beraktivitas di Taman Langsat, Jakarta, beberapa hari lalu. Gubernur Anies Baswedan berharap taman di ibu kota sebagai tempat interaksi masyarkaat. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

indopos.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengajak warga ibu kota untuk berinteraksi di taman. Keinginan itu disampaikannya saat membuka Pencanangan HUT DKI Jakarta ke-492 yang digelar di Taman O, Jalan Bulak Ringin, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (27/4/2019).

Orang nomor satu di Balai Kota itu menuturkan, sebagai wajah baru ibu kota, diyakininya taman di Jakarta semakin ramah terhadap warga. ”Jadikan taman sebagai tempat berinteraksi. Saya sering menggarisbawahi, Jakarta itu ada tiga ruang. Ruang pertama di rumah. Ruang kedua di tempat kerja. Ruang ketiga di antara rumah dan tempat kerja,” ujar Anies.

Pemprov DKI Jakarta terangnya, pemprov ingin membangun tiga ruang tersebut. Terutama taman, yang merupakan tempat bagi masyarakat saling berinteraksi. ”Sering-sering bikin kegiatan di sini. Ajak anak-anak ke sini. Buat kegiatan yang banyak,” tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan keberadaan taman sebagai ruang interaksi. Khususnya tempat bermain anak. Sehingga taman menjadi bagian dari tumbuh kembang anak serta wahana belajar melalui pokok literasi yang terdapat di dalamnya.

”Dan saya ingin ibu bapak, biarkanlah anak-anak bermain bebas. Kalau anak-anak bermain sampai bajunya kotor, celananya kotor, tidak apa-apa. Tinggal dicuci. Tapi dia mengalami pengalaman belajar yang amat baik. Biarkan mereka bermain di tempat ini, sehingga tempat ini betul-betul menjadi tempat ineraksi bagi anak-anak kita,” ucap mantan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Dia mengharapkan ada pojok literasi pada setiap taman. Sehingga anak-anak yang bermain di taman bisa sekaligus belajar. ”Mari biasakan anak-anak membaca. Anak-anak yang terbiasa membaca, insya Allah besarnya nanti menjadi pembelajar. Kalau menjadi pembelajar, dia akan sukses dunia akhirat. Manfaatkan ruang pojok literasi untuk kita membiasakan anak-anak kita membaca,” tutupnya. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / IMB Reklamasi, Melihat Aktivitas Pulau D di Teluk Jakarta

Megapolitan / Ditinggal Mudik, Penataan Kawasan Kemang Molor

Megapolitan / Penghapusan Operasi Yustisi Kependudukan di DKI Diapresiasi

Megapolitan / Kualitas Udara di Jakarta Buruk karena Polusi Kendaraan Bermotor

Megapolitan / Soal Mudik Gratis, Anies: Anggaran Itu untuk Pulang Pergi

Megapolitan / Pasca-Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di DKI Stabil


Baca Juga !.