Sering Dicaci Maki, Suami Bunuh Istri

indopos.co.id – Tindakan biadab Tugimin, 46, jangan pernah ditiru. Hanya karena kesal dicaci maki, dia tega membunuh istrinya sendiri. Usai dibunuh, jasad sang istri Tanti Susanti, 43 dia gantung di kamar rumahnya di Perumahan Grand Permata City, RT 01/07, Desa Karang Setia, Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa pada 12 April 2019 lalu itu awalnya diduga bunuh diri. Tanti kali pertama ditemukan warga yang mencium aroma bau busuk di depan rumahnya. Karena penasaran, saksi bernama Sari, 29, itu melapor ke warga lainnya. Saat rumah diperiksa, korban ditemukan tewas dengan leher terlilit tali tambang berwarna orange..

Polisi yang mendapatkan laporan lantas mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, guna kepentingan otopsi. Saat itu, polisi tidak menemukan suami korban.

Kapolres Metro Bekasi Kabupaten Kombes Chandra Sukma Kumara mengatakan, berdasarkan hasil otopsi kematian korban tidak wajar. Lantas petugas pun meminta keterangan saksi – saksi dan mencari keberadaan suaminya. Sayangnya, Tugimin yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah, menghilang tanpa jejak. ”Dari situ kita simpulkan korban tewas dibunuh,” katanya, Senin (29/4/2019).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten AKBP Rizal Marito menambahkan setelah beberapa hari penemuan jasad istrinya Tugimin menyerahkan diri ke Markas Polsek Serpong di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Setelah tersangka menyerahkan diri, tim dari kepolisian Bekasi langsung menjemput tersangka.
”Setelah membunuh istrinya, tersangka kabur. Tapi lalu menyerahkan diri,” terangnya. Menurut pelaku, pembunuhan dipicu karena tersangka sakit hati kerap dicaci maki korban.

Pemicunya kurangnya materi yang dia berikan kepada sang istri. ”Tersangka mengaku menyesal dan khilaf,” katanya juga. Untuk mengelabui korban tewas dibunuh, Tugimin melilitkan tali tambang ke leher korban agar korban tewas terkesan bunuh diri. ”Karena perbuatannya Tugimin kami jerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup,” terangnya. (dny)

Komentar telah ditutup.