Kesra

Peringati Hardiknas, Menristekdikti Resmikan Gedung Mochtar Riady di UI

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Peringati Hardiknas, Menristekdikti Resmikan Gedung Mochtar Riady di UI - Kesra

REVOLUSIONER- Menteri Ristek dan Dikti Mohamad Nasir dalam peringatam Hardiknas di UI. FOTO:NASUHA/INDOPOS

indopos.co.id – Menteri  Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengingatkan pentingnya perguruan tinggi untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, inovatif dan berdaya saing tinggi. Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi (Dikti) Indonesia baru 34,58 persen.

”Artinya ada 65 persen masyarakat Indonesia belum menikmati dikti. Ini kewajiban kita, untuk menyelesaikannya,” ujar Mohamad Nasir pada peringatan Hardiknas di Universitas Indonesia, Kamis (2/5/2019).

Dibandingkan negara Korea Selatan, menurut Nasir APK Indonesia masih sangat jauh tertinggal.  APK Korsel saat ini mencapai 92 persen. Artinya hampir semua masyarakat Korsel menikmati pendidikan tinggi. ”Harus ada revolusi dikti dengan perubahan sistem perkuliahan sistem online education hingga cyber university,” terangnya.

Nasir menuturkan, kualitas Dikti menjadi tantangan perguruan tinggi saat ini. Pasalnya, PT yang terakreditasi A masih terbatas. Dari 4700 perguruan tinggi di Indonesia baru 93 PT yang terakreditasi A. ”Jangan hanya berhenti terakreditasi A saja, harus terakreditasi internasional juga,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mohamad Nasir meresmikan gedung baru UI ‘Mochtar Riady Social&Poliiitical Research Center’. Mochtar Riady mengatakan, perkembangan ilmu politik sangat pesat. Untuk itu UI harus terus meningkatkan riset di bidang ilmu sosial dan politik.

”Saya sangat berbahagia, karena telah telah diberikan kesempatan memberikan sumbagsih untuk melayani masyarakat dan membangun bangsa Indonesia,” ujarnya. Ia menyebutkan, telah membantu dua gedung untuk UI. Pemberian nama ‘Mochtar Riady’, menurutnya sudah tepat. Karena, dengan nama tersebut dia ingin para pengusaha di Indonesia mau berkontribusi pada pendidikan tinggi.

”Kalau tiap pengusaha mau menyumbang dua gedung, berarti ada 200 gedung baru nanti,” seronohnya. Dia berharap dengan bantuan masyarakat secara luas kepada pendidikan, bisa meningkatkan pendidikan nasional. “Kalau pendidikan berkembang dan maju, Indonesia akan menjadi negara maju. Karena, semua generasinya cerdas dan berpendidikan,” katanya.(mdo)

Berita Terkait


Baca Juga !.