Kesra

Banyak KPPS Meninggal, Fadli Desak Selidiki

Redaktur: Riznal Faisal
Banyak KPPS Meninggal, Fadli Desak Selidiki - Kesra

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

indopos.co.id - Banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia menjadi pertanyaan besar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Politikus Partai Gerindra itu menilai banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia seusai proses pemungutan suara Pemilu 2019, sebagai hal yang tidak wajar. 

"Saya kira itu (banyak petugas KPPS meninggal, Red) juga salah satu hal yang sangat aneh. Kenapa kok banyak petugas yang meninggal di dalam proses ini? Apa betul karena kelelahan? Atau ada faktor-faktor lain? Atau ada tekanan? Atau ada yang lain? Ya karena ini berseliweran juga informasi di masyarakat," ujar Fadli di kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Fadli menganggap, perlu diadakan penyelidikan terkait peristiwa ratusan petugas KPPS meninggal dunia dan sakit. Menurutnya, penyebab banyak petugas KPPS yang meninggal dan sakit bukan sekadar kelelahan.

"Saya kira harus ada penyelidikan terhadap ratusan orang yang meninggalnya hampir 400 kalau tidak salah, dan juga jumlah orang yang sakit. Saya kira ini bukan hanya sekadar faktor kelelahan ya," kata Fadli. "Banyak orang yang pekerjaannya lebih lelah. Yang dulu bahkan ada kerja paksa segala macam, itu ada orang nggak sebanyak ini," sambungnya.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie juga mendukung bila pemerintah menyelidiki penyebab begitu banyak anggota KPPS dan petugas lainnya yang meninggal dalam pelaksanaan Pemilu 2019. 

Menurut politikus yang kerap disapa Ical itu, pemerintah tidak bisa mengabaikan begitu saja jatuhnya korban jiwa itu. Saat ini jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia sudah mencapai 474 orang. 

"Ini jumlah korban jiwa yang sangat banyak. Ini tidak bisa didiamkan dan merupakan tragedi nasional," ucap Ical melalui keterangan tertulis, Jumat (3/5/2019).

Ical mengusulkan agar pemerintah membentuk tim khusus untuk menyelidiki musabab begitu banyak anggota KPPS dan petugas lain yang meninggal dunia. Tim tersebut, harus terdiri dari para dokter dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kementerian Kesehatan serta aparat penegak hukum.

"Tanpa adanya penanganan dan jawaban yang serius atas tragedi ini, maka akan menimbulkan berbagai macam isu di masyarakat. Karena itu sekali lagi kami mengharap dengan sangat agar pemerintah serius menangani masalah ini," kata Ical. (aen)

 

Berita Terkait

Nasional / Harus Bisa Jahit Merah Putih

Headline / Berharap Prabowo dan Jokowi Foto Berangkulan

Headline / Berharap Prabowo dan Jokowi Foto Berangkulan

Headline / Sore Ini, BPN Ajukan Gugatan ke MK

Headline / Sore Ini, BPN Ajukan Gugatan ke MK

Megapolitan / Mayoritas Tersangka Kerusuhan Pengangguran


Baca Juga !.