Megapolitan

Banjir Menyapa saat Sahur Perdana

Redaktur:
Banjir Menyapa saat Sahur Perdana - Megapolitan

EVAKUASI-Petugas BPBD Kota Bekasi menyisir pemukiman warga di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, yang dilanda banjir hingga satu meter, Senin (6/5/2019). Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Banjir masih menghantui warga Kota Bekasi. Kali ini banjir melanda warga yang tinggal di sekitar bantaran Kali Bekasi. Banjir akibat luapan Kali Bekasi yang terjadi Senin (6/5/2019) pukul 01.30 WIB itu, membuat repot warga yang hendak sahur pada puasa Ramadan pertama tersebut.

Akibat Kali Bekasi meluap pada tengah malam buta itu, sejumlah titik di empat kelurahan tergenang. Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Karsono menyebutkan, empat kelurahan yang terdampak banjir itu karena terletak di bantaran Kali Bekasi.

Sejumlah daerah di empat kelurahan yang tergenang banjir itu adalah Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih; Kelurahan Margahayu dan Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur; Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, serta Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

”Paling parah banjir terjadi di Kelurahan Teluk Pucung. Tingginya air mencapai hingga satu meter. Banjir baru surut pagi hari. Sedangkan daerah lain, yang tergenang air beberapa jam kemudian langsung surut," kata Karsono, Senin (6/5/2019).

Akibat tingginya air yang merendam sekitar 20 rumah di Kelurahan Teluk Pucung, membuat warga korban banjir harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Yakni di dekat pertokoan Giant supermarket. ”Akibat banjir, banyak warga tidak bisa sahur perdana, tapi mereka ditampung di rumah tetangganya yang tidak banjir,” ungkap Karsono juga.

Banjir dari luapan Kali Bekasi juga membuat was-was warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa. Meskipun luapan Kali Bekasi tak sempat menggenangi perumahan, tapi warga tetap dibuat khawatir akan datangnya banjir yang sama sekali tidak diprediksi tersebut.

”Banjir kiriman ini tidak diprediksi sebelumnya. Karena cuaca cerah, tidak hujan. Tapi selepas tarawih grup komunikasi warga menerima laporan tinggi muka air Kali Bekasi naik terkena imbas kenaikan tinggi muka air Kali Cileungsi,” terang Andi, warga RT 015.

Andi juga mengatakan hasil pendataan Komunitas Peduli Cikeas-Cileungsi (KP2C), kenaikan tinggi muka air Kali Bekasi mulai melonjak pukul 21.20 yang menyentuh angka 390 centimeter (cm). Dalam waktu singkat, kenaikan air terus bertambah hingga mencapai 600 centimeter pukul 22.34.

”Tinggi air hingga 600 centimeter itu masuk kategori bahaya dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, kalau air sampai setinggi itu pasti melimpas ke jalan dan perumahan warga di sekitar Kali Bekasi. Apalagi kenaikan air juga sangat cepat,” katanya juga.

Menurut pria yang juga Sekretaris RW 013 itu, warga lantas berinisiatif menutup seluruh pintu air yang melingkupi kawasan komplek perumahan begitu mendapatkan kabar kalau tinggi muka air menyentuh angka 300 cm.

”Top level air mencapai 650 centimeter pukul 23.53 WIB. Kondisi itu terjadi hingga tiga sampai empat jam sesudahnya. Ya, pokoknya sambil menunggu sahur, warga siaga memantau ketinggian air. Alhamdulillah tidak sampai masuk ke perumahan dan hanya menggenang di beberapa titik jalan,” katanya.

Sementara itu, Ketua KP2C Puarman menambahkan, kenaikan tinggi muka air Kali Bekasi dipengaruhi kenaikan tinggi muka air Kali Cileungsi yang terjadi sejak Minggu (5/5/2019) petang.

”Aliran Kali Cileungsi menuju hilir ke Kali Bekasi. Akibatnya, tinggi muka air Kali Bekasi ikut meningkat, meskipun cuaca relatif cerah," katanya.

Setelah mencapai puncaknya di kisaran 650 cm, ketinggian air mulai turun dan sejumlah lokasi yang tergenang baru pada pagi harinya benar-benar surut. ”Di Kabupaten Bogor, luapan air Sungai Cileungsi membuat banjir setinggi satu meter,” terang Puarman.

Akibat banjir yang mencapai satu meter itu, pihak KP2C lanya melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. ”Untuk warga yang rumahnya tergenang, terpaksa kami lakukan evakuasi," tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Sungai Meluap, Kampung Kalong Dagul di Kabupaten Bogor Banjir

Nasional / Lebaran Berakhir, Banjir Datangi Tiga Kecamatan

Nusantara / Banjir Bandang Kembali Sapu Sigi


Baca Juga !.