Ekonomi

Pendapatan Usaha Kimia Farma Meningkat 21,65 Persen

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Pendapatan Usaha Kimia Farma Meningkat 21,65 Persen - Ekonomi

MENINGKAT- Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kimia Farma di Jakarta.FOTO:IST

indopos.co.id - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (7/5/2019). Dalam RUPST menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 83,2 miliar atau 20 persen dari  laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Perseroan Tahun Buku 2018, yakni

sebesar Rp 415,89 miliar. Sementara itu, agenda RUPSLB adalah mengenai Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Dalam RUPST tersebut juga diputuskan perubahan Susunan Pengurus Perseroan: Memberhentikan dengan hormat: Muhammad Umar Fauzi, Pujianto, Arief Pramuhanto. Mengangkat dengan hormat, Subandi menjadi Komisaris, Andi Prazos menjadi Direktur Pengembangan Bisnis, Dharma Syahputra menjadi Direktur Umum dan  Human Capital.

Sehingga Susunan dan Jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Kimia Farma menjadi sebagai berikut:Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama Untung Suseno Sutarjo, Komisaris  Chrisma Aryani Albandjar, Komisaris Subandi, Komisaris Independen Wahono Sumaryono, Komisaris Independen Nurrachman.

Direksi teridiri dari Direktur Utama Honesti Basyir, Direktur Keuangan I.G.N. Suharta Wijaya, Direktur Pengembangan Bisnis Andi Prazos, Direktur Produksi dan Supply Chain Verdi Budidarmo,Direktur Umum dan Human Capital Dharma Syahputra.

Sementara itu, pada 2018, Kimia Farma berhasil membukukan Total Aset sebesar Rp 9,46 triliun, meningkat sebesar 55,2 persen  dari tahun 2017 sebesar Rp 6,10 triliun. Peningkatan ini berasal dari perolehan aset tetap dan perubahan penggunaan beberapa aset tetap menjadi properti investasi sehingga  meningkatkan aset perusahaan secara signifikan pada tahun 2018 yaitu sebesar 55,2 persen.

"Di tengah ekspansi, akselerasi, dan transformasi bisnis yang gencar dijalankan, Perseroan berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp 401,79 miliar atau meningkat sebesar 21,13 persen  dari tahun 2017 sebesar Rp 331,7 miliar," ungkap Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Menurutnya, pencapaian laba bersih ini didukung oleh pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp 7,45 triliun atau meningkat sebesar 21,65 persen  dari tahun 2017 sebesar Rp 6,12 triliun. Arus kas bersih dari aktivitas operasi perseroan 2018 mencapai Rp 258,25 miliar. Itu meningkat  Rp 253,01 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2017. Sedangkan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 2018 mencapai Rp 1,84 triliun atau meningkat 60,62 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 1,15 triliun yang digunakan untuk modal kerja, investasi rutin, dan pengembangan usaha.

"Kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan kesehatan Kimia Farma menunjukkan peningkatan atau trend positif," jelas Honesti Basyir. Hal tersebut kata dia, terbukti melalui penambahan jumlah penghargaan (award) yang diperoleh pada 2018, di antaranya Most Valuable Indonesian Brands, Top Brand, BPOM

Awards, Indonesia WOW Brand, Infobank BUMN Awards, Karya Anak Bangsa dari Menteri Kesehatan RI, dan Forum Teknologi Informasi BUMN Awards. Di samping itu, Kimia Farma berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dalam Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) dengan skor 91,82 atau meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 84,52 dengan predikat “Baik”.

Program transformasi telah diterapkan di Kimia Farma secara bertahap untuk mewujudkan target sebagai Tiga Besar Pemain di Industri Farmasi Nasional di tahun 2019. Transformasi menjadi landasan untuk mengimplementasikan tiga strategi utama; yakni peningkatan sumber daya manusia yang andal dan kompeten, digitalisasi, dan aliansi strategis/ strategic partnership.

Transformasi digital telah dilakukan untuk mendukung strategi perluasan channel, pemasaran digital, branding, serta pengembangan organisasi. "Transformasi digital yang diusung sebagai bagian dari perubahan mendasar dalam proses bisnis Kimia Farma," jelas Honesti Basyir.

Menurutnya,  konsep “Digital Farmasi” diterapkan agar mampu memperkuat seluruh mata rantai dan ekosistem dalam kelompok usaha serta pengelolaan organisasi yang akuntabel.

Sebagai salah satu produsen obat generik, Kimia Farma juga berupaya untuk turut serta menyukseskan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dari pemerintah. Dukungan fasilitas produksi yang dimiliki Kimia Farma mampu menjadi keunggulan untuk dapat mengambil peran dalam kebutuhan obat bagi program JKN.

"Di samping itu, penguatan bisnis Kimia Farma pada segmen di luar pemenuhan kebutuhan obat generik akan memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan (growth) di tahun 2019," pungkasnya. (mdo)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.