Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin Kembalikan Rp 10 Juta ke KPK

indopos.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin menyatakan bahwa uang sebesar Rp 10 juta sudah diberikan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut diserahkan sebulan yang lalu.

”Jadi terkiat uang sebesar Rp 10 juta sudah saya serahkan kepada penyidik KPK. Bukti pengembalian uang tersebut juga saya terima dari KPK, ” kata Lukman Hakim Saiffudin kepada wartawan di Gedung KPK, Rabu (8/5/2019).

Menag Lukman Hakim Saiffudin dan Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris dipanggil KPK sebagai saksi untuk mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (RMY) dengan perkara suap terkait dengan seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Pemanggilan pada Menag ini merupakan pemanggilan ulang yang lakukan oleh KPK. Sebelumnya KPK pernah memanggil Lukman, pada Rabu (24/4/2019) lalu. Akan tetapi kala itu Menag berhalangan hadir karena memberikan arahan terkait pelaksanaan haji tahun 2019 di Bandung.

Lukman memastikan Kemenag akan mendukung penuh proses hukum yang dilakukan oleh KPK. “Ini wujud komitmen saya selaku Menteri Agama dan seluruh keluarga besar Kemenag akan terus kooperatif dan akan terus mendukung penuh kelancaran sehingga kasus ini bisa segera tuntas dan kemudian kita bisa menatap ke depan lebih baik,” terangnya.

Menag juga mengungkapkan, dirinya telah membawa beberapa dokumen terkait dengan perkara yang sedang ditangani oleh KPK saat ini. Namun, ia enggan untuk membeberkan dokumen apa saja yang dibawanya. “Yang terkait dengan materi perkara tentu tidak pada tempatnya.  Kalau saya sampaikan di sini sebelum saya sampaikan secara resmi dihadapan penyidik KPK,” pungkasnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, proses pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Menag untuk mengkonfirmasi kewenangan Menag dalam peraturan pengangkatan jabatan di Kementerian Agama. “Penyidik mengkonfirmasi beberapa hal. Pertama tentu terkait dengan apa kewenangan dan dasar hukumnya dan aturan internal yang berlaku di Kementerian Agama  dalam proses seleksi pejabat tinggi di kementerian agama tersebut,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Febri, KPK tentu juga perlu mendalami dan mengklarifikasi apakah ada atau tidak pertemuan atau komunikasi yang terjadi antara Menag dengan tersangka RMY yang sudah diproses dalam tahap penyidikan saat ini.

“Tentu pertemuan yang kami tanya dan kami klarifikasi adalah apakah ada atau tidak pertemuan yang membahas spesifik terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama ini. Khususnya dua jabatan yang sedang dalam proses penyidikan,” tandasnya. (bar)

Komentar telah ditutup.