Raket

Olimpiade 2020, Jojo Pimpin Race to Tokyo

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Olimpiade 2020, Jojo Pimpin Race to Tokyo - Raket

Jonatan Christie

indopos.co.id - Pemain tunggal putra, Jonatan Christie  untuk sementara memuncaki klasemen peringkat Race to Tokyo yang menjadi perhitungan poin kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Dilansir dari BWF Tournament Software, Rabu (8/5/), Jonatan Christie berada di urutan teratas tunggal putra dengan 7.000 poin berkat gelar juara New Zealand Open 2019 yang diraih akhir pada Minggu, 5 Mei 2019.

Selain itu pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga berada di posisi atas. Berbekal titel kampiun New Zealand Open 2019, duet berjulukan The Daddies itu memiliki 7.000 poin.

Selain Jonatan dan Ahsan/Hendra, ada empat wakil Indonesia yang sudah masuk 10 besar pada Race to Tokyo. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, serta Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Anthony berada di peringkat kesembilan tunggal putra dengan 3.850 poin, sedangkan Gregoria menempati urutan ketujuh tunggal putri dengan 3.850 poin. Sementara itu, Praveen/Melati ada di posisi kedua ganda campuran dengan 5.950 poin, sedangkan Hafiz/Gloria menempati urutan keempat nomor yang sama dengan 4.900 poin.

Dengan hasil itu, Indonesia menjadi negara dengan jumlah wakil terbanyak keempat pada posisi 10 besar Race to Tokyo. Negara dengan wakil terbanyak adalah tuan rumah yakni Jepang dengan 11 wakil dan disusul dengan wakil China dan Malaysia yang sama-sama memiliki tujuh wakil pada posisi 10 besar.

Setelah New Zealand Open 2019, sebagian pemain bisa menambah jumlah poin kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Itu bisa didapat saat tampil membela negara masing-masing pada ajang Piala Sudirman 2019. Kejuaraan beregu campuran itu sendiri akan berlangsung di Nanning, China pada 19-26 Mei 2019.

"Jelang Olimpiade, saya fokus ambil poin sebanyak mungkin di setiap turnamen yang saya ikuti. Jangan sampai sia-siakan kesempatan yang sudah dikasih oleh PBSI," kata Jojo.

Jojo baru saja berhasil menahbiskan diri menjadi juara di ajang New Zealand Open 2019. Tunggal putra 21 tahun tersebut sukses menjadi juara setelah mengalahkan Ng Ka Long Angus dengan skor 21-12, 21-13 pada babak final yang berlangsung Eventfinda Stadium, Auckalnd, New Zealand, Minggu 5 Mei 2019.

Kemenangan ini tentu menjadi tambahan motivasi tersendiri bagi Jojo. Dia mengaku ingin terus menjaga fokus di atas lapangan guna mengumpulkan poin menuju Olimpiade tahun depan.
Namun, Jojo tidak hanya ingin sekadar merebut tiket Olimpiade 2020 saja. Peraih medali emas Asian Games 2018 ini berharap bisa tembus peringkat delapan dunia untuk menjadi unggulan di multi event terbesar dunia tersebut.

"Saya maunya di Top 8 (dunia) biar jadi unggulan kalau nanti bisa lolos ke Olimpiade," lanjut Jojo. 
Sekadar informasi, Olimpiade 2020 Tokyo akan diikuti oleh pebulutangkis peringkat 16 dunia untuk sektor tunggal. Meski begitu, setiap negara hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal dua wakilnya dalam setiap sektor.

Untuk sektor tunggal putra sendiri, Indonesia sejatinya memiliki tiga wakil yang saat ini menghuni peringkat 16 dunia. Selain Jojo, masih ada Anthony Sinisuka Ginting, serta Tommy Sugiarto.  (bam) 

 

Berita Terkait

All Sport / 10 Atlet Panjat Tebing Berebut Tiket Olimpiade

All Sport / Pelatih Sebut Zohri Bisa Bersaing di Olimpiade

Raket / Saatnya Minions Bangun

All Sport / Doping, Dea Batal Tampil di Olimpiade

All Sport / Anggaran Olimpiade Tokyo Melonjak


Baca Juga !.