Banten Raya

Banyak Turap Rusak, Banjir Jadi Ancaman Serius

Redaktur: Syaripudin
Banyak Turap Rusak, Banjir Jadi Ancaman Serius - Banten Raya

Ilustrasi banjir

indopos.co.id - Warga yang tinggal di Kecamatan Serpong dan Kecamatan Pondok Aren, meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangerang Selatan (Tangsel) memperbaiki turap kali yang rusak. Alasannya, kerusaan dinding kali membuat lingkungan mereka kerap kebanjiran jika hujan deras. Apalagi dua wilayah tersebut menjadi lintasan aliran Sungai Cisadane dan Sungai Pesanggrahan.

Andi Kusuman, warga Kecamatan Pondok Aren mengatakan, sejak Kota Tangsel dimekarkan dari Kabupaten Tangerang, penanganan banjir di wilayah tersebut hingga kini belum dapat dituntaskan. Sebab, perbaikan turap sejumlah kali yang ada belum dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

Akibatnya, tiap hujan deras tiba air Sungai Cisadane meluap dan menggenangi tempat tinggal mereka. ”Tiap hujan, pasti di semua kelurahan di Pondok Aren tergenang bahkan kebanjiran. Sudah lama tidak diperbaiki turapnya jafd langganan banjir terus,” katanya, Selasa (7/5/2019).

Tak sampai di sana, lanjut Andi, lokasi banjir terparah berada di Kelurahan Pondok Kacang Barat dan Kelurahan Jurang Mangu Timur. Dua kelurahan itu dilintasi langsung Sungai Cisadane dan sejumlah kali besar yang mengarah ke bantaran sungai tersebut. 

 ”Kalau sudah banjir, depan kampus STAN ini tidak bisa dilalui. Pasti macet parah dari Bintaro ke beberapa daerah lain. Yah, was-was lah kalau sudah musim hujan seperti sekarang ini," ucapnya.

Senada juga diungkapkan Diki Juliansyah, warga Kecamatan Serpong. Pegawai bank swasta di Jakarta ini mengatakan banjir menjadi momok menakutkan warga perumahannya. Apalagi, saat ini warga sedang menjalankan ibadah puasa. ”Banjirnya dari Kali Pesanggrahan,” terangnya.

Karena itu, warga berharap Pemkot Tangsel memperbaiki turap Kali Pesangrahan. ”Saya berharap selama Ramadan tidak ada banjir. Kasihan warga mau tenang beribadah. Jangan disibukkan dengan banjir lagi,” harapnya.      

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Kota Tangsel Aris Kurniawan mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan iventarisir turap kali yang rusak. Sebab dari pendataannya terdapat belasan turap kali yang rusak dan perlu perawatan karena termakan usia.

 Kata dia juga, belum selesainya perbaikan turap ini karena anggaran perbaikan sangat besar. ”Untuk turap sepanjang sungai, ada yang bagus dan perlu perawatan. Untuk yang perlu perawatan, sedang diinventarisir. Dananya bisa mencapai Rp 100 milar, karena harus dibongkar semua," paparnya.

Aris mengklaim, jajarannya tak lepas tangan dalam menyelesaikan persoalan banjir di wilayah Pondok Aren dan Serpong. Salah satunya menyiapkan bantuan tim pengendalian banjir dan meninggikan bantaran kali. Akan tetapi hal itu belum mampu 100 persen lantaran terbentur anggaran yang cukup besar.

Sedangkan Koordinator Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia Herman Felani mengatakan belum tuntasnya penanganan banjir di Kota Tangsel akibat banyak persoalan. Salah satunya ahli fungsi sumber resapan air dan tergerusnya bantaran Sungai Cisadane.

Sehingga saat air meluap dari hulu tak dapat diserap tanah yang dipadati pemukiman. ”Kelestarian lingkungan tidak dijaga pemkot dan warga, sehingga banjir terus terjadi. Jadi ini yang harus dikaji dan diperbaiki. Kalau tidak maka banjir akan terus terjadi," tuturnya. (cok)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Sungai Meluap, Kampung Kalong Dagul di Kabupaten Bogor Banjir

Nasional / Lebaran Berakhir, Banjir Datangi Tiga Kecamatan

Nusantara / Banjir Bandang Kembali Sapu Sigi


Baca Juga !.