Headline

Keindahan Air Terjun di Bandara Changi, Singapura

Redaktur: Juni Armanto
Keindahan Air Terjun di Bandara Changi, Singapura - Headline

EKSOTIK - Pemandangan air terjun di dalam Jewel Changi Airport, Singapura yang pertengahan bulan lalu baru diluncurkan. Foto: Roslan Rahman/AFP

indopos.co.id - Ada pemandangan yang luar biasa di Bandar Udara (Bandara) Internasional Changi, Singapura. Para pengunjung seolah dibawa ke dalam hutan belantara di dalam mal bandara. Adalah Jewel Changi Airport, ikon destinasi terbaru Negeri Singa yang berbentuk kubah dari panel-panel kaca ikonik yang dibingkai baja.

Pemandangan air terjun itu akan langsung terlihat setelah para pengunjung atau pengguna jasa penerbangan memasuki pintu Terminal 1. Sebuah air meluncur deras dari ketinggian 130 kaki atau 40 meter. Air terjun yang bernama HSBC Rain Vortex itu mengalir dari atas ke areal basement. (Lihat grafis)

Jewel Changi Airport telah dibuka pada 17 April lalu. Banyak wisatawan yang mengacungi jempol konsep air terjun di dalam bangunan tersebut. Ini membuat Bandara Changi lebih baik dan menjadikan tujuan wisata yang sangat menarik.

Jewel Changi Airport memiliki total 10 lantai, lima lantai di atas tanah dan lima lainnya di bawah tanah, dengan lebih dari 280 toko dan restoran. Tersedia juga Yotelair Singapore Changi Airport Hotel yang memiliki 130 kabin, bagi wisatawan yang ingin bersinggah.

Jewel Changi dibangun di atas lahan yang dahulunya merupakan lapangan parkir terbuka dan terhubung langsung dengan Terminal 1. Sementara Terminal 2 dan 3 terhubung dengan travelator berpendingin.

Di dalam Jewel Changi ada lebih dari 2.000 pohon dan lebih dari 100.000 semak belukar yang berasal dari negara-negara seperti Australia, Tiongkok, Malaysia, Spanyol, Thailand, dan Amerika Serikat (AS).

Untuk membuat wisatawan lebih nyaman, terdapat 26 maskapai penerbangan, termasuk Singapore Airlines, SilkAir, Scoot, Qantas, dan Emirates, yang merepresentasikan 60 persen penerbangan keberangkatan di Changi, menawarkan fasilitas early check in. Bagi maskapai yang tidak menawarkan fasilitas early check in, masih bisa menitipkan tasnya di tempat yang telah disediakan di kompleks bandara tersebut.

Jewel Changi memiliki luas sekitar 137.000 meter persegi dan menelan biaya sebesar SGD 1,7 miliar. Pembangunannya dilakukan oleh arsitek terkenal dunia, Moche Safdie yang terinspirasi dari film-film Avatar yang dirilis pada 2009. Di dalam film tersebut terdapat hutan Pandora yang merupakan hutan indah yang bernuansa hijau dan terdapat taman dengan air yang mengalir, tanaman gantung serta bunga-bunga berwarna.

Selain air terjun yang menjadi daya tarik utama di Jewel Changi, atraksi lain yang juga menarik untuk dikunjungi, yakni Jewel’s Forest Valley, sebuah taman besar berlantai empat yang dipenuhi dengan jalan setapak.

Namun tidak lama setelah pembukaan resminya, Jewel Changi Airport mengalami kebocoran di beberapa lantai yang disebabkan alat pemancar. Pengguna Facebook, Loh Boon Kwang, mengunggah dua video pada 26 April lalu yang menunjukkan air yang mengalir menuju lantai bawah dan juga genangan air yang berkumpul di beberapa jalan di depan eskalator. Beberapa netizen bercanda dengan mengatakan bahwa itu adalah air terjun kedua.

Kepada media lokal Singapura, seorang juru bicara kompleks mal mengklarifikasi kebocoran tersebut. "Ada aktivasi percikan di Jewel sekitar jam satu dinihari (pada 26 April lalu, Red) yang menyebabkan kebocoran air di berbagai tingkat di Jewel," ujarnya.

Menurutnya, masalah ini dengan cepat dapat ditangani dan diselesaikan. ”Itu hanya ada kerusakan kecil," tandasnya.

Saat kembali ke Jakarta pada Kamis (9/5) lalu usai mengikuti acara Publish Asia 2019 yang digelar World Association of Newspaper and News Publish (WAN IFRA) atau Asosiasi Surat Kabar Dunia, sekaligus menerima penghargaan Gold atau Juara Pertama Asian Media Awards (AMA) 2019 kategori ‘The Best Newspaper Front Page’ di Singapura, INDOPOS menyempatkan diri menyaksikan keindahan air terjun HSBC Rain Vortex.

Sejumlah turis dan pengunjung mal tampak tidak menyia-yiakan momen tersebut. Mereka langsung melakukan selfie dan wefie melalui kamera atau ponsel masing-masing. Pemandangan tersebut terlihat di sekitar air terjun baik dari lantai atas sampai basement. ”This waterfall is amazing (air terjun ini luar biasa, Red),” ujar Richard, bule asal Inggris.

Bandara Terbaik

Selama beberapa tahun belakangan, Changi Airport masih menjadi bandara terbaik di dunia. Bahkan, pada tahun ini Bandara Changi kembali menyabet predikat yang sama berdasarkan World Airport Awards. Peringkat tersebut sesuai pilihan pelanggan bandara dari seluruh dunia selama Survei Bandara Dunia 2018-2019.

Berikut sepuluh bandara terbaik di dunia pada 2019 versi World Airport Awards. Pertama, Bandara Internasional Changi. Bandara ini menghubungkan pelanggan ke lebih dari 200 tujuan di seluruh dunia, dengan 5.000 kedatangan dan keberangkatan seminggu oleh 80 maskapai internasional. Pada 2017, Bandara Changi merayakan tonggak penting, melayani 60 juta penumpang dari hampir 100 negara di seluruh dunia.

Di dalam bandara juga terdapat area perbelanjaan dan tempat makan di Transit Hall. Di antara bangunan terselip taman bunga matahari yang cantik.Taman ini memiliki beberapa varietas bunga matahari yang tumbuh dengan pembibitan dan perawatan sendiri dari Bandara Changi.  Selain itu, di dalam bandara juga disediakan air terjun buatan, taman kupu-kupu, dan restoran terbuka. Para penumpang  juga dimanjakan dengan Wi-Fi dengan kecepatan super.

Menjelang liburan akhir 2018, Bandara Changi sempat menyulap tampilan interior mewahnya dengan desain dan ornamen tematik dengan tema A Wizarding World of Holiday atau dunia sihir layaknya film seri ‘Harry Potter dan Fantastic Beast’. Perayaan itu dibuka mulai 16 November 2018 hingga pertengahan Februari 2019.

Posisi kedua, Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang. Bandara ini menawarkan terminal domestik dan internasional. Haneda memainkan peran yang sangat penting dalam memajukan pembangunan Negeri Matahari Terbit sebagai negara yang berorientasi pariwisata. Disusul ketiga, Bandara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan (Korsel).

Bandara ini terbesar di Korsel dan salah satu bandara tersibuk di dunia. Bandara ini pernah menjadi pemenang gelar Airport of the Year di World Airport Awards.

Posisi keempat, Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar. Terminal yang ada di bandara dapat menampung hingga 30 juta penumpang setiap tahun, dan telah digambarkan sebagai kompleks terminal yang paling signifikan secara arsitektur di dunia, serta menjadi yang paling mewah.

Kelima, Bandara Internasional Hongkong. Bandara ini melayani lebih dari 100 maskapai penerbangan yang beroperasi ke sekitar 180 lokasi di seluruh dunia, termasuk 44 tujuan di Cina Daratan. Bandara Hongkong  juga pernah beberapa kali menyabet pemenang gelar Airport of the Year di World Airport Awards.

Posisi keenam, Bandara Internasional Centrair, Nagoya, Jepang.  Pada 2014, sekitar 9,8 juta penumpang melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Jepang Pusat di Nagoya, yang lebih dikenal sebagai Centrair. Bandara ini memiliki persentase lalu lintas domestik yang besar, dengan sejumlah rute regional yang dioperasikan ke kota-kota Asiana seperti Bangkok dan Singapura. Rute angkut yang lebih lama termasuk Helsinki, Frankfurt, Honolulu dan Detroit.

Ketujuh, Bandara Internasional Munich, Jerman. Bandara ini tersibuk kedua di Jerman dan hub sekunder untuk Lufthansa German Airlines. Bandara Munich memiliki koneksi ke berbagai tujuan di seluruh dunia, tetapi lebih dari itu. Seperti pusat kota, bandara ini terdapat lebih dari 150 toko ritel dan sekitar 50 tempat makan dan minum.

Posisi delapan, Bandara Heathrow, London, Inggris. Bandara ini tersibuk di Inggris dan bandara tersibuk di Eropa, serta telah menjadi bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional, namun baru-baru ini kehilangan gelar dan disaber Bandara Dubai.

Kesembilan, Bandara Internasional Narita, Tokyo, Jepang. Bandara ini melayani Area Tokyo Raya Jepang. Narita berfungsi sebagai hub internasional untuk Japan Airlines dan All Nippon Airways. Pada 2016, Narita merupakan bandara penumpang tersibuk kedua di Jepang. Dan terakhir, Bandara Internasional Zurich, Swiss. Bandara ini terbesar di Swiss dan merupakan bandara hub untuk Swiss International Air Lines. (fay/aro)

 

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.