All Sport

KONI Diminta Tidak Akui Munaslub PTMSI

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
KONI Diminta Tidak Akui Munaslub PTMSI - All Sport

indopos.co.id - Musyawarah Nasional Luar Biasa  (Munaslib) PB.PTMSI 2019 yang berlangsung di Hotel Twin Plaza Jakarta, Sabtu, (11/5/2019)  kembali ricuh.  Pasalnya Munaslub yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum PB.PTMSI periode 2019-2023 itu tidak memenuhi kourum.

Salah salah satu calon Ketua Umum PB PTMSI, Kurmin Halim meminta KONI Pusat dan Kemenpora tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PB PTMSI tersebut. Tercatat 14 Pengprov PTMSI walk out.

“Pieter Layardi sebagai kandidat  telah merekayasa Munaslub PB PTMSI dengan mengarahkan peserta untuk kepentingannya. Makanya, 14 Pengprov PTMSI yang tidak sepakat melakukan aksi walk out. Jadi, saya minta KONI Pusat dan Kemenpora bertindak fair dengan tidak mensahkan hasil Munaslub,” kata Kurmin Halim.

Sejak awal Kurmin Halim yang juga Ketua Pengprov PTMSI Sumsel sudah melihat adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan Munaslub. Yakni, pimpinan sidang Kol Sus (Purn) Irfan tidak membuka secara transparan tentang keabsahan peserta yang hadir.

“Pimpinan sidang hanya menyebutkan Munaslub dihadiri 30 Pengprov PTMSI tetapi menolak saat diminta menyebutkan secara rinci. Ini jelas merusak citra dunia olahraga Indonesia yang menjunjung tinggi sportifitas,” katanya.

Menurut Kurmin, dirinya bersedia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PTMSI atas permintaan Pengprov dan keinginan untuk menyatukan dualisme organasi tenis meja Indonesia.

“Saya itu maju mencalonkan sebagai Ketua Umum PB PTMSI karena diminta dan berkeinginan memperbaiki tenis meja Indonesia. Perlu diketahui bahwa target saya setelah terpilih adalah mempersatukan dualisme organisasi tenis meja Indonesia. Dualisme inilah yang harus diselesaikan sehingga kita bisa bersama-sama membangun prestasi olahraga tenis meka ke depan,” katanya.

Ketua Pengprov PTMSI Sulawesi Barat (Sulbar), Azrad mengakui, memang ada rekayasa yang dilakukan dalam Munaslub. Sebagai bukti, dia menyebut AD/ART tentang tata tertib Munaslub yang belum pernah diplenokan. “Saya itu termasuk dalam Tim Tujuh yang menyusun AD/ART tentang tata tertib Munaslub. Tetapi’ AD/ART itu tidak pernah dibahas dalam rapat pleno,” katanya.

“Yang lebih parah lagi, tata tertib Munaslub itu kan harus dibacakan dan dikoreksi seluruh peserta. Tapi, semua ini tidak diindahkan malah yang melakukan instruksi disuruh keluar,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa Munaslub PB PTMSI jelas tidak sah. “Munaslub PB PTMSI itu tidak memenuhi kourum. Dengan walk outnya 14 Pengprov PTMSI sudah jelas syarat Munaslub yang harus dihadiri 2/3 anggota tidak memenuhi kourum. Ini cacat hukum,” tegasnya.

Ke-14 Pengprov PTMSI yang melakukan aksi walk out yakni Jambi, Sumsel, Aceh, Sumbar, Babel, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulbar, Sulsel, Gorontalo, Papua Barat, Maluku, dan Sulut.

PTMSI memang sudah hampir enam tahun ini dilanda kemelut adanya dualisme organisasi. Sebelumnya Ketua Umum PB.PTMSI hasil Munaslub 2018, Tahir MBA juga tak mampu bertahan karena dikalahkan dalam sidang Badna Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Sementara Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP.PTMSI) pimpinan Oegroseno juga sudah habis masa jabatannya. Kurmin Halim pun berjanji akan menemui Oegroseno terkait pencalonannya sebagai Ketua Umum PB.PTMSI.

Konon Oegroseno setuju Kurmin menjadi Ketua Umum PB PTMSI asalkan demi penyatuan tenis meja Indonesia. (bam) 

 

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.