Raket

Indonesia Bertekad Bawa Pulang Piala Sudirman

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Indonesia Bertekad Bawa Pulang Piala Sudirman - Raket

indopos.co.id -  PP PBSI secara terang-terangan mengandalkan sektor tunggal putra di ajang Piala Sudirman 2019. Sikap ini beralasan mengingat prestasi yang dicapai oleh pebulutangkis putra kita terus meroket. Yang terbaru adalah Jonatan Christie yang menjadi juara di New Zealand 2019.

Sektor ini membawa tiga pemain untuk tampil di turnamen beregu edisi ke-16 itu. Ada Anthony Sinisuka Ginting (peringkat 7), Jonatan Christie (peringkat 8), dan Shesar Hiren Rhustavito (peringkat 41). Nama Vito masuk dalam skuad Indonesia, karena dianggap memiliki progress yang baik sejak bergabung kembali dengan pelatnas tahun ini.

Di fase grup, pemain kita boleh yakin mampu mengatasi Inggris. Di jajaran ranking dunia saat ini, pebulutangkis Inggris belum ada yang menunjukkan tanda-tanda superioritas. Namun, ganjalan paling besar bisa dipastikan berasal dari Denmark. Dua pemain terbaik mereka, Viktor Axelsen (peringkat 3) dan Anders Antonsen (peringkat 12) bakal jadi ancaman sengit pada game kedua di turnamen beregu

Secara umum, Kabid Binpres PP PBSI Susi Susanti menegaskan strategi untuk pemilihan pemain semua akan didasarkan pada head to head. Jika demikian, maka Ginting berpeluang besar akan diturunkan untuk melawan Denmark. Dari rekor pertemuan, Ginting unggul 2-1 atas Axelsen dan 1-0 atas Antonsen.

Saat itu, Ginting memetik kemenangan atas Axelsen di ajang yang sama, yaitu Piala Sudirman 2017. Namun, bukan pertandingan yang mudah, sebab, harus melalui rubber game yang berakhir 13-21, 21-17, 21-14. Tidak dipungkiri hal yang sama bisa terjadi tahun ini.

Sementara itu, Jojo baru satu kali mengamankan kemenangan dari empat pertemuan dengan Axelsen yang terjadi di Malaysia Open 2019. Kalau melihat tren yang sekarang, Jojo mulai menunjukkan kebangkitannya dengan mulai bisa melawan pemain top 10 dunia. Walau kalah, dipertemuan terakhir dengan Axelsen pada Singapore Open 2019, Jojo kalah 24-22, 18-21, 22-24.   “Nanti last minute sebelum main diskusi dengan Susi. Jadi tim yang akan menentukan siapa yang turun,” papar Hendry Saputra, pelatih pelatnas tunggal putra di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Baik Ginting maupun Jojo saat ini sudah lebih baik jika dibanding dengan performa mereka di awal tahun. Ginting nyaris menjadi kampiun Singapore Open tetapi masih harus mengakui keunggulan pebulu tangkis terbaik dunia, Kento Momota. Sehingga pemain 23 tahun itu harus puas dengan posisi runner-up.

Punya peluang untuk keluar sebagai juara grup 1B, Hendry benar-benar mempersiapkan para atletnya. Selama hampir dua minggu dia menggembleng masalah teknik yang kadang sering menimbulkan kendala di lapangan. “Lalu pematangan strategi main itu, sekaligus pemantapan fisik supaya bisa maksimal pada saat bertanding,” kata Hendry.

Indonesia sendiri optimistis tahun ini mampu mendapat hasil lebih baik. Terlebih dengan prestasi pebulu tangkis kita yang semakin baik, otomatis hal itu juga mempengaruhi hasil di turnamen beregu. “Sudah lama Bapak Sudirman ada di luar negeri. Kami bertekad saatnya dibawa pulang kembali,” sebut Susi. (bam)

Baca Juga


Berita Terkait

Raket / Hendrawan Belum Bisa Bantu Negerinya Sendiri

Raket / Jojo Sudah Berani Ubah Arah Pukulan

Raket / Praveen/Melati Butuh Polesan

Raket / Motivator Suntik Semangat Tim Piala Sudirman 2019


Baca Juga !.