Feature

Resah dengan Ancaman Narkoba, Pria Ini Dirikan Komunitas Abunawas

Redaktur: Ali Rahman
Resah dengan Ancaman Narkoba, Pria Ini Dirikan Komunitas Abunawas - Feature

Muhammad Latif, Pendiri Komunitas Abunawas Outdoor Activity. Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

oleh: Deri Ahirianto

Ada hal menarik yang dilakukan Muhammad Latif agar wilayahnya terhindar narkoba. Pria yang tinggal di Jalan Inspeksi Kramat Kembang XI, Kwitang, Jakarta Pusat itu bersama dengan rekan-rekanya mendirikan Komunitas Abunawas Outdoor Activity. Pendekatan yang dilakukannya adalah dengan melakukan tiga kegiatan. Yakni pendakian gunung, sosial masyarakat dan religi.

Saat INDOPOS menyambangi seketariat komunitas tersebut, Senin (13/5/2019), Muhammad Latif mengatakan, bahwa sepak terjang komunitas yang dipimpinnya tersebut. Para tetangganya sudah banyak yang mengenal komunitas tersebut.

Lalu apa yang membuat Muhammad Latif sampai "capek-capek" membuat komunitas itu? Pria asal Kwitang, Jakarta Pusat itu pun membeberkan latar belakang didirikannya komunitas tersebut.

"Komunitas ini kita dirikan pada tanggal 3 Agustus 2015. Dilatarbelakangi kepedulian terhadap lingkungan dan generasi penerus. Karena saat itu ada darurat narkoba. Kita tidak mau wilayah kita kena bahaya narkoba. Kalau tidak kita bimbing, bisa kena juga," ujarnya.

Adapun nama Abunawas, menurut Latif, diambil dari tokoh sufi Islam bernama Abunawas. Sesuai karakternya dalam hal-hal religi, disampaikan dengan humor. "Di komunitas ini, kita ngobrol yang jenaka. Lucu-lucu tapi ada maknanya," beber Latif.

Setelah nama komunitas disepakati, dia bersama teman-temannya di Kwitang kemudian melakukan inisiatif. Yaitu melakukan kegiatan. "Kebetulan punya hobi yang sama, pendakian gunung. Jadi kegiatan komunitas Abunawas lebih banyak ke kegiatan pendakian gunung. Serta tadabur alam dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya," beber Latif.

Awal kegiatan mereka mendaki gunung Ciremai. "Kita buat buat kegiatan. Ada tiga, yang pertama pendakian. Kemudian, sosial masyarakat seperti bakti sosial dan sebagainya. Kemudian religi, pengajian," beber Latif.

Adapun kegiatan pendakian gunung, yang juga diisi kegiatan tadabur alam, dilakukan dua tahun sekali. "Kita namakan kegiatan itu Pendakian silaturahmi. Atau PS. Ini sudah PS yang ke 4. Awalnya pesertanya 27 orang. Kemudian terus meningkat, hingga sampai 80 orang lebih," jelasnya.

Selama melakukan kegiatan tersebut, komunitas tersebut banyak berinteraksi dengan komunitas pecinta alam. Melihat banyaknya jumlah komunitas Abunawas yang mendaki gunung, banyak pecinta alam yang kagum. "Kita mendapat kenalan baru. Tukeran nomor WA," jelas Latif.

Yang menarik dari komunitas Abunawas, mereka juga berjiwa enterpreneur. Atau berwirausaha. Tidak mengandalkan donatur. "Kami ada usaha, penyewaan alat gunung. Seperti sewa tas, tenda, kompor dan sebagainya. Kita juga memproduksi alat kelengkapan lainnya," beber Latif.

Lalu apa kegiatan Komunitas Abunawas pada bulan Ramadan? "Selama bulan suci Ramadan, kita biasanya bikin kegiatan santunan anak yatim. Juga kegiatan sahur bersama dan buka bersama. Kita juga bentuk lagi Alif Adventure. Kegiatan sosial dan religi jadinya difokuskan di Alif Adventure," pungkasnya. (*)

Berita Terkait


Baca Juga !.