Politik

IMM Tegaskan Dukung Penuh KPU dan Bawaslu

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
IMM Tegaskan Dukung Penuh KPU dan Bawaslu - Politik

RASIONAL- IMM menggelar aksi damai untuk mendukung KPU dan Bawaslu yang sukses menyelenggarakan Pemilu 2019 secara damai, jujur dan adil.FOTO:IST

indopos.co.id - Keluarga Besar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Senin (13/5/2019). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada KPU dan Bawaslu yang sukses menyelenggarakan Pemilu 2019 secara lancar.

Karenanya, mereka meminta kepada pihak-pihak yang ingin mendeligitimasi proses dan hasil Pemilu untuk dihentikan. Sebab, mereka merasa pemilu serentak antara pilpres dan pileg sudah berjalan damai, jujur dan adil. "Menolak segala bentuk upaya delegitimasi terhadap proses pemilu yang telah berlangsung apalagi di lakukan dengan cara inkonstitusional serta menghormati apapun yang menjadi hasil dari pemilu tersebut. Apabila ada indikasi kecurangan, baiknya menempuh jalur konstitusi sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Korlap Aksi, Imam Alfian.

Menurut dia, upaya-upaya untuk mendelegitimasi proses dan hasil pemilu serentak merupakan preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia. Apalagi latar belakang upaya delegitimasi adalah karena ketakutan akan kekalahan dalam proses demokrasi yang sah seperti pemilihan umum. Disebutkan, tindakan-tindakan seperti ini perlu dibendung, agar demokrasi di Indonesia tidak terjerumus ke dalam praktik-praktik tidak baik yang menciptakan ketakutan-ketakutan massal di masyarakat. "

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut bersama memastikan proses demokrasi di Indonesia tetap berlangsung aman dan damai. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada KPU dan Bawaslu dalam kerja-kerja mereka ke depan. Hal ini sangat penting, agar KPU dan Bawaslu dapat bekerja secara profesional, tenang, dan jujur tanpa dipengaruhi oleh tekanan-tekanan dari luar," ungkapnya.

Selain itu, pria yang juga menjabat Ketua Bidang Hikmah DPP IMM ini mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas di lingungan masyarakat, serta mengedepankan sikap tabayyun terkait dengan penyelenggaraan pemilu agar tidak mudah terprovokasi dengan isu–isu yang belum tentu benar atau informasi dari sumber yang tidak kredibel. "Kami meminta TNI, Polri bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus bergandengan tangan dengan masyarakat dalam rangka membangun kesoliditan dan kesatuan nasional demi menjaga bangsa tetap kokoh dengan identitas kebhinekaan agar terhindar dari narasi politik yang mengarah kepada konflik antar anak bangsa," kata Imam Alfian.

Kepada tim sukses kedua pasangan calon, baik TKN Jokowi - Ma'ruf Amin maupun BPN Prabowo-Sandi, pihaknya menegaskan untuk tidak membangun wacana provokatif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan perpecahan di masyarakat. "Menegaskan kepada seluruh pihak yang secara langsung terlibat dalam suksesi politik pada pemilu 2019 baik TKN maupun BPN untuk menghentikan segala bentuk Intimidasi terhadap penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu baik di Pusat maupun di Daerah," tandasnya.(mdo)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / KPU Berharap Seluruh Gugatan Pileg Ditolak

Headline / 380 Ahli Waris KPPS Belum Terima Santunan

Nasional / MK Dengar Jawaban KPU untuk 44 Perkara

Headline / KPU Sebut MK Tak Berwenang Adili Sengketa Suara Luar Negeri

Headline / Ubah Hasil Pemilu Dapil Jatim XI, KPU Terancam Pidana

Politik / Komisioner KPU: Putusan DKPP Bakal jadi Bahan Evaluasi KPU


Baca Juga !.