Internasional

Pilot Myanmar Daratkan Pesawat Tanpa Roda Depan

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Pilot Myanmar Daratkan Pesawat Tanpa Roda Depan - Internasional

BERHASIL MENDARAT - Myanmar Airlines melakukan pendaratan darurat hanya menggunakan roda belakang.

indopos.co.id - Seorang pilot Myanmar pada Minggu (12/5/2019) lalu dengan selamat mendaratkan satu jet penumpang tanpa roda depannya, setelah perlengkapan pendaratan di pesawat Myanmar National Airlines tidak berfungsi.

Itu adalah peristiwa penerbangan kedua pekan ini, setelah satu pesawat Biman Bangladesh Airlines keluar dari landasan pacu selama angin kencang di Yangon pada Rabu, sehingga melukai sedikitnya 17 orang di dalam pesawat tersebut.

Dilansir Myanmar Times, pesawat Embraer model ERJ-190LR buatan Brazil, milik Myanmar National Airline itu mengangkut 82 penumpang dan tujuh awak. Pilot mengetahui adanya kerusakan pada roda pesawat beberapa saat sebelum mendarat. Maskapai Myanmar penerbangan UB-103 itu terbang dari Yangon ke Mandalay pada pukul 8.00 pagi.

Wakil direktur jenderal Departemen Penerbangan Sipil Myanmar, Ye Htut Aung, mengatakan bahwa pilot berusaha memposisikan roda pendaratan depan beberapa kali, satu melalui sistem komputer kemudian secara manual. ”Mereka berusaha sambil berputar dua kali dan meminta diperiksa apakah roda depan sudah turun atau belum,” kata Ye Htut Aung sembari menyebutkan itu sebagai kesalahan teknis.

Ia juga mengatakan bahwa pilot Kapten Myat Moe Aung mengikuti prosedur dan melakukan pembakaran bahan bakar untuk mengurangi beban pendaratan, sebelum mendaratkan pesawat dengan roda belakang dan menurunkan hidung pesawat dengan hati-hati ke landasan tempat pesawat itu tergelincir selama 25 detik sebelum berhenti.

Tidak ada korban jiwa ataupun yang cedera akibat insiden tersebut. Video dari bagian dalam pesawat menunjukkan asap yang mengepul dari bawah ketika penumpang bergegas turun. Setelah insiden tersebut, kendaraan darurat mengelilingi pesawat yang mendarat dengan bagian hidung di landasan.  ”Pilot itu melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Win Khant, menteri transportasi Myanmar, seperti dilansir CNN.

Embraer menyatakan bahwa pihaknya menawarkan kerjasama penuh pada otoritas penerbangan demi membantu jalannya investigasi. Pendaratan darurat Minggu (12/5/2019) terjadi beberapa hari setelah pesawat lain di Myanmar tergelincir keluar landasan.

Paling tidak 17 orang terluka pada kejadian 8 Mei lalu, ketika pesawat Biman Bangladesh Airlines terpental saat pendaratan di tengah angin kencang dan setengah bagian pesawat tergelincir jatuh dari landasan, merusak pesawat dan membuat penumpang beterbangan di bagian dalam. (fay)

 

 

Berita Terkait

Headline / Pesawat Pengganti Terbang ke Kolombo

Nasional / Niat Bermusuhan, KRI Tangkap Empat Kapal Vietnam

Headline / Petugas Evakuasi Pesawat Lion Air Tergelincir

Indosport / Vietnam Raja Sepakbola Asia Tenggara


Baca Juga !.