Banten Raya

Kencan Singkat Berujung Kematian

Redaktur: Syaripudin
Kencan Singkat Berujung Kematian - Banten Raya

HUKUMAN MATI-Agus Susanto, pelaku pembunuh Sulastri usai kencan di Apartemen The Habitat, Karawaci, Kabupaten Tangerang, dikawal polisi. Foto: Tumpak M Tampubolon/INDOPOS

indopos.co.id - Setelah 24 jam penyelidikan, Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) membekuk pembunuh Sulastri, 27, yang tewas dibunuh di kamar 311, Tower C, Apartemen The Habitat Karawaci, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/5/2019) malam.

Pelaku bernama Agus Susanto, 37, disergap polisi di sebuah kontrakan di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (12/5/2019) malam. Polisi berhasil menguak motif pelaku menghabisi nyawa perempuan yang berprofesi sebagai wanita penghibur tersebut.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan mengatakan, jajarannya berhasil mengungkap kasus ini setelah mengumpulkan semua alat bukti yang ada di lokasi kejadian. ”Keberhasilan menguak kasus ini setelah mengecek rekaman CCTV dan sidik jari pelaku di kamar korban,” terangya di Mapolres Tangsel, Senin (13/5/2019).

Dia juga memaparkan, setelah 24 jam pihaknya melakukan penyelidikan berhasil menguak kasus pembunuhan sadis tersebut. Ferdi memaparkan, tertangkapnya Agus berdasarkan hasil analisa nomor polisi kendaraan yang dia gunakan ke tempat kejadian perkara berdasarkan rekaman CCTV.

Saat itu, pelaku datang ke apartemen pukul 18.00 WIB dan keluar pukul 19.00 WIB. Sedangkan laporan penemuan jasad terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, pada Sabtu (11/5/2019). ”Jadi kejadian dalam rentang waktu yang sama. Kami juga menemukan bukti percakapan korban dan pelaku. Kekasih korban juga tahu kalau ada tamu yang datang ke apartemennya,” paparnya.

Tak sampai di sana, Ferdi mengaku, antara pelaku dan korban memang saling mengenal. Apalagi Agus merupakan pelanggan setia korban. Dan kedatangan pelaku ke apartemen korban hanya untuk kencan singkat.

”Pelaku minta dilayani korban dengan imbalan Rp 400 ribu untuk sekali kencan. Mereka sempat berhubungan badan dulu di dalam kamar. Baru selanjutnya pembunuhan itu terjadi,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, sambung Ferdi, motif pembunuhan yang dilakukan Agus karena tergiur barang-barang milik korban. Seperti hadphone, perhiasan emas dan uang tunai yang ada di lemari kamar korban. Tergiur, Agus langsung menjerat leher korban dengan sarung bantal hingga kehabisan napas.

 ”Pelaku berhasil mengambil 2 unit handphone, perhiasan dan uang tunai Rp 5 juta. Setelah korban tewas pelaku  melarikan diri,” paparnya. Atas perbuatannya, Agus dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 340 subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, serta Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan.

Pelaku pun diancam dengan hukuman mati. Polisi menyita sejumlah barang bukti penbunuhan keji tersebut. Diantaranya, seprai dan sarung bantal, kabel charge handphone, dua unit handphone, dompet, uang tunai Rp 5 juta dan perhiasan milik korban. Selain itu, polisi juga menyita kondom yang digunakan pelaku untuk berkencan dengan korban.

Di tempat sama, Agus Susanto menuturkan berani menghabisi nyawa Sulastri karena tergiur barang berharga milik korban. Dia juga mengaku, nekat menghabisi korban karena tarif yang diajukan mahal. Dari sana, Agus mengaku ingin menguras

”Awalnya, sedikit tersinggung karena memang gaya korban seperti orang kaya. Saya kenal dengan korban melalui aplikasi WeChat. Memang servis permainan seksualnya sangat memuaskan,” tuturnya tanpa rasa bersalah. (cok)

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Warga Blokir Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta

Banten Raya / Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka

Banten Raya / Kepala SMAN 3 Kota Serang Bantah Tahan Ijazah Siswa

Daerah / Pemain Arung Jeram Tewas Tertimpa Longsor

Megapolitan / Gudang Petasan di Pasar Pagi Asemka Dilahap Api

Nusantara / Kapal Ditangkap Diduga Angkut Kayu hasil Ilegal Logging


Baca Juga !.