Lifestyle

Jangan Main Angkat Amandel Anak

Redaktur: Novita Amelilawaty
Jangan Main Angkat Amandel Anak - Lifestyle

Ilustrasi anak sakit. Foto DOK INDOPOS

indopos.co.id - Radang amandel atau tonsilitis adalah kondisi di mana amandel mengalami peradangan atau inflamasi. Meski umumnya dialami oleh anak-anak usia 3 sampai 7 tahun, radang amandel juga dapat terjadi pada orang dewasa. 

Meski demikian, dokter Nansi Satiti mengatakan kita tidak boleh sembarangan asal operasi jika ditemukan amandel membengkak dan meradang. “Dilihat dulu, apakan amandel itu mengganggu aktivitas anak apa tidak. Wajar kalau sedang radang amandel membesar,” kata Nansi, Selasa (14/5/2019). 

Pada prinsipnya, amandel adalah penjaga pintu masuk dari bakteri dan virus sebelum masuk ke dalam tubuh melalui mulut. “Jadi ada fungsinya sebagai penyaring/ filter kuman tetapi jangan sampai awalnya penyaring jadi pembawa penyakit lain,” jelas Nansi. 

Dokter, lanjutnya, umumnya akan memberikan obat antibiotik anti-radang dan penurun panas atau batuk. Biasanya, ketika amandel membengkak memang disertai batuk dan demam, susah makan karena tenggorokan sakit.

Jika dalam waktu seminggu tidak kunjung membaik baru dilakukan observasi lagi dan kemungkinan akan dilakukan operasi sayatan (pengambilan) amandel.

Dari beberapa sumber ditemukan dalam bahasa medis amandel disebut tonsil. Ia merupakan salah satu benteng pertahanan tubuh manusia, terutama ketika masih kanak-kanak. Pada usia itu, daya tahan tubuh masih lemah. Organ yang jumlahnya sepasang ini berada di rongga tenggorok, di kiri dan kanan belakang rongga mulut. Organ ini berada di garda paling depan, tugasnya menangkal kuman yang masuk dari mulut. Selain amandel, di rongga tenggorok masih ada lagi benteng pertahanan tubuh, namanya adenoid. Letaknya di langit-langit atas rongga tenggorok, dekat saluran ke hidung. Fungsinya serupa dengan amandel, sebagai penangkal kuman yang masuk dari udara yang masuk ke saluran napas.

Dalam kedaan normal, sebetulnya di rongga mulut dan tenggorok terdapat banyak sekali kuman. Tetapi, kata Nansi, kuman-kuman itu tidak sampai membuat si anak sakit asalkan daya tahan tubuhnya dalam kondisi baik. Ketika daya tahan tubuh menurun, kuman-kuman itu bisa menjadi ganas dan menyebabkan infeksi. Karena daya tahan tubuh anak-anak belum sekuat orang dewasa, mereka lebih mudah kena infeksi. Saat terkena infeksi, amandel ini akan meradang. 

Jika si anak disuruh membuka mulutnya lebar-lebar, akan kelihatan amandelnya bengkak, warnanya memerah. Radang ini disertai dengan demam dan rasa nyeri di tenggorok, terutama saat menelan makanan.


Nansi mengatakan radang amandel paling banyak disebabkan oleh virus, kemudian bakteri. Dari deretan bakteri, yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Streptococcus beta-haemolyticus grup A. Jika biang keladinya virus, pasien cukup memerlukan obat pereda nyeri, penurun panas, dan perawatan rumah. Infeksi akan sembuh dengan sendirinya setelah daya tahan tubuhnya membaik. Tapi jika infeksi disebabkan oleh bakteri, pasien juga memerlukan antibiotik. (vit)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.