Lifestyle

Diet Rendah Karbohidrat Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Redaktur: Ali Rahman
Diet Rendah Karbohidrat Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung - Lifestyle

Diet rendah karbohidrat bisa tingkatkan risiko penyakit jantung.

indopos.co.id - Diet rendah karbohidrat sedang menjadi trend saat ini, tetapi melakukannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan malapetaka bagi jantung anda. Sebuah studi baru mengatakan bahwa diet yang menurunkan jumlah kalori dari karbohidrat sehat seperti biji-bijian, buah-buahan dan sayuran dengan kandungan tepung yang tinggi dapat menempatkan anda pada risiko lebih tinggi terkena atrial fibrilasi (AFib), atau yang secara umum diketahui sebagai gangguan irama.

Studi ini akan dipresentasikan pada Sesi Ilmiah Tahunan ke 68 American College of Cardiology (ACC), menurut siaran pers yang dipublikasikan secara online. Studi ini melihat catatan kesehatan 14.000 peserta selama dua dekade dan menganalisis catatan mereka untuk menyusun hasilnya. Studi ini dikatakan sebagai yang pertama dan terbesar untuk menilai hubungan antara konsumsi karbohidrat dan AFib.

AFib adalah penyakit di mana jantung rentan terhadap aritmia. Ini adalah suatu kondisi di mana detak jantung tidak memiliki kecepatan yang teratur dan gejala umum dari kondisi ini termasuk jantung berdebar, pusing dan kelelahan. Orang yang menderita AFib dikatakan lima kali lebih mungkin untuk mengalami stroke daripada mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut dan bahkan dapat menyebabkan gagal jantung.

Penelitian menekankan pada meningkatnya popularitas diet rendah karbohidrat seperti diet ketogenik, diet Paleo dan diet Atkins akhir-akhir ini, yang semuanya mendorong para pelaku diet untuk fokus pada asupan protein yang tinggi, sementara melarang makanan kaya gula dan karbohidrat seperti biji-bijian, polong-polongan, buah-buahan dan sayuran.

Penulis utama penelitian itu, Dr. Xiaodong Zhuang mengatakan bahwa diet seperti itu harus direkomendasikan dengan hati-hati, berdasarkan hasil penelitian seperti dilansir NDTV. Dia menambahkan dengan mengatakan bahwa hubungan jangka panjang antara asupan karbohidrat dan kesehatan kardiovaskular masih kontroversial. Dia juga mengatakan bahwa asupan karbohdrat yang rendah dikaitkan dengan tingginya insiden AFib terlepas dari kualitas protein atau lemak yang dikonsumsi oleh pelaku diet.

Untuk studi ini, para peneliti membagi peserta menjadi tiga kelompok kontrol yang terpisah. Mereka yang asupan karbohidratnya rendah mengikuti diet di mana karbohidrat yang dikonsumsi mengandung kurang dari 44,8 persen kalori harian. Sedangkan mereka yang asupan karbohidratnya sedang antara 44,8 dan 52,4 persen. Dan terakhir, mereka yang asupan karbohidratnya tinggi memiliki lebih dari 52,4 persen.

Mereka yang memiliki asupan karbohidrat rendah memiliki kemungkinan 18 persen lebih besar untuk mengalami AFib dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan karbohidrat sedang dan 16 persen lebih mungkin untuk mengembangkan AFib dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan karbohidrat tinggi. Namun, penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal peer review apa pun. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.