Hukum

Polisi Tahan Eggi Sudjana, atas Dugaan Upaya Makar

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Polisi Tahan Eggi Sudjana, atas Dugaan Upaya Makar - Hukum

indopos.co.id - Setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam, advokat yang juga sebagai inisiator Gerakan Gabungan Elemen Rakyat (Gerak) Eggi Sudjana ditangkap penyidik Polda Metro Jaya atas dugaan upaya makar. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditahan dalam kurun waktu 1x24 jam sejak dikeluarkannya surat penangkapan tersebut. Namun, penangkapann tersebut, dinilai tidak adil  oleh kuasa hukum Eggi Sudjana. Lantaran penangkapan itu dilakukan di ruangan penyidik.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus dugaan upaya makar, Eggi Sudjana, berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/1012/V/2019/Ditreskrimum. ”Telah dilakukan penangkapan tersangka atas nama saudara Eggi Sudjana berdasarkan surat perintah penangkapan, tanggal 14 Mei 2019,” kata Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Argo menyebut berita acara penangkapan telah ditandatangani pada pukul 06.25 WIB. Surat pemberitahuan penangkapan dan tembusan surat perintah penangkapan sudah diberikan ke istri Eggi, Asmini Budiani. Kendati demikian, Argo tak merinci lebih jauh soal dimana Eggi ditangkap. Dia menyebut hingga kini Eggi masih diperiksa. ”Telah diterima oleh istri tersangka. Asmini Buniani," katanya.

Argo Yuwono juga mengatakan, penyidik mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan nasib ditahan atau tidaknya Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) itu. ”Penyidik mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak. Penahanan wewenang penyidik dan kemungkinan bisa terjadi,” kata Argo

Sementara Kuasa hukum Eggi, Pitra Romadoni Nasution menganggap, bahwa penangkapan terhadap kliennya itu aneh. Lantaran penangkapan dilakukan di ruangan penyidik. Hal itu, menurutnya tidak mengedepankan nilai Hak Asasi Manusia. Dinilainya ini bentuk penerapan hukum yang tidak adil.

”Kalau yang namanya penangkapan kan biasanya di luar daripada ruang penyidik. Ini gak ada yang mau lari, dia kooperatif, dia tidak pernah menghindar dari pernyataan-pernyatan penyidik," sesal Kuasa hukum Eggi, Pitra Romadoni Nasution.

Saat ini klienya belum diperbolehkan pulang. Sejak dibacakan surat penangkapannya oleh petugas kepolisian. ”Ini suatu presiden buruk bagi kita. Sehingga penerapan hukuk yang adil tidak diindahkan dengan baik. Kami selalu kooperatif dengan menghormati upaya-upaya yang dilakukan oleh penyidik,” ucap Pitra Romadoni.

Pitra pun menyesalkan penangkapan ini lantaran tindakan makarnya tidak ada. Namun tersangkanya malah sudah ditetapkan. Kendati demikian, kliennya tak pernah takut untuk melawan ketidakadilan. ”Eggi itu tidak pernah takut, tidak pernah gentar. Dia menyampaikan ke saya tetap suarakan keadilan, kebenaran, tetap maju, dan lawan ketidakadilan,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Eggi masih berada di ruangan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dari dalam ruang pemeriksaan, Eggi hanya menuliskan sebuah pesan di sebuah kertas yang menyiratkan ketidakadilan dan disampaikan melalui kuasa hukumnya. ”Aneh makarnya tidak ada, tapi tersangka sudah ada dan ditangkap,” bunyi keterangan pesan Eggi Sudjana.

Bachtiar Nasir Mangkir Lagi

Sementara itu ditempat terpisah, setelah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Yayasan Kesejahteraan Untuk Semua (YKUS) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Ustad Bachtiar Nasir (UBN) kembali tak memenuhi panggilan penyidik, Selasa (14/5/2019). Kini pemangilannya yang ketiga.

Pengacara Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, mengungkapkan telah melayangkan surat permohonan penundaan pemeriksaam kepada pihak kepolisian. Ia juga menyampaikan ketikdakhadiran kliennya karena memiliki kegiatan di luar negeri yakni di Arab Saudi. ”Beliau (kliennya) masih ada undangan yang harus dihadiri di Arab Saudi dari liga muslim dunia,” ujar Pengacara Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Meski mengetauhi ada pemanggilan pemeriksaan, Bachtiar Nasir memilih menghadiri kegiatan tersebut. Aziz tak menyebut secara rinci jadwal pemberangkatan klienya itu dan belum bisa memastikan kliennya tiba kembali di tanah ari. "Sudah alhamdulillah. Beberapa hari yang lalu. Belum tau pulangnya," jelasnya.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penyidik akan menjemput paksa Bachtiar Nasir setibanya di Indonesia. Hal itu telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bila seorang tersangka tidak menghadiri panggilan penyidik hingga tiga kali maka dapat dilakukan penjemputan paksa.

"Sesuai pasal 112 KUHAP ya ayat 2 yang menyebutkan kalau tidak hadir lagi. Maka penyidik punya kewenangan untuk melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan," terang Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Pihaknya tak mau terburu-buru mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO). Karena tim pengacara masih korporatif. Artinya masih berikan informasi kepada penyidik dengan alasan ketidakhadiran hari ini.

Pemanggilan polisi terhadap Bachtiar Nasir, perihal pengelolaan dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). Dana tersebut diklaim Bachtiar untuk mendanai Aksi 411 dan 212 tahun 2017.

Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh, dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Bahkan diduga, terdapat pula tindak pencucian uang oleh Bachtiar dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan. (gin/dan)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Polda Metro Jaya Belum Kabulkan Keinginan Kivlan Zen

Hukum / Dikabulkan Polisi, Eggi Sudjana Boleh Pulang

Nasional / Ingat! Besok Kivlan Zen Jalani Gelar Perkara

Nasional / Kivlan Zen Ajukan Penangguhan Penahanan ke Menhan


Baca Juga !.