Opini

Karena Membuang Duri di Jalan pun Sedekah

Redaktur: Juni Armanto
Karena Membuang Duri di Jalan pun Sedekah - Opini

Oleh

H. Wahidin Halim

Gubernur Banten

Infrastruktur, infrastruktur, dan infrastruktur... Kata-kata itu selalu terngiang di telinga saya. Sewaktu mencalonkan diri jadi Calon Gubernur Banten pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017 lalu, saya banyak dapat masukan dan menyaksikan sendiri  masih buruknya infrastruktur di Banten.

Jangan jauh-jauh kita bicara masalah jalan saja. Bukan rahasia umum lagi, orang tahu kualitas jalan di Banten ini buruk. Kita punya destinasi wisata pantai yang eksotik. Coba lihat cantiknya Pantai Anyer di Serang dan Pantai Sawarna di Pandeglang yang seharusnya bisa menggerakkan perekonomian daerah.    

Tapi karena kualitas jalan buruk, para pelancong malas datang ke sana. Wisatawan ngeluh, akses ke lokasi wisata pantai di Banten buruk. Jalan rusak dan berlubang. Laju kendaraan tidak bisa cepat. Akibatnya macet.

Banten ini memiliki panjang pantai 560 kilometer untuk pariwisata dan perikanan sangat melimpah. Tapi pengelolaannya memang belum maksimal. Karena itu agar maksimal dibutuhkan pemerataan infrastruktur. Memang ada ketimpangan infrastruktur Banten selatan dengan timur, antara Tangerang dengan Lebak dan Pandeglang.

Karena itu, perlu ditekan disparitas perekonomian antara timur dan selatan. Di wilayah Banten timur terdapat 14 ribu industri dengan infrastruktur cenderung baik tapi Banten selatan dengan anugerah alam yang mempesona tapi infrastrukturnya jelek.

Karena itu, saya ingin mengembalikan kejayaan Banten seperti zaman kesultanan dulu. Saat itu nama Banten sangat masyhur. Caranya gimana? Dengan memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur. Mulai jalan, jembatan, dan lainnya harus diperbaiki.

Saat tahun pertama menjabat Gubernur, saya minta perbaikan jalan provinsi yang rusak. Jalan ini memang jadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten. Saya juga lobi pemerintah pusat atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar jalan nasional di Banten diperbaiki. Alhamdulilah, responsnya sangat bagus. Begitu juga dengan pemda dan pemkot saya wanti-wanti agar akses jalan yang jadi kewenanganya harus bagus.

Coba sekarang lihat, jalan-jalan deh ke kawasan wisata pantai di Banten. Aksesnya sudah lumayan bagus. Sudah betonisasi. Memang belum semuanya. Tapi akan terus diperbaiki. Tahun depan, semua jalan provinsi sepanjang 762,03 kilometer ruas jalan yang jadi kewenangan Provinsi Banten akan mulus.

Saat ini, baru 746,9 km ruas jalan provinsi atau 98,01 persen mulus. Sisanya sebesar 1,99 persen atau 15,13 km jalan yang masih rusak tahun ini harus bagus. Tahun depan atau tahun 2020 tidak ada lagi jalan rusak. Saya juga minta pemda kota dan kabupaten perhatian dengan jalan rusak di wilayahnya. Jangan sampai jalan rusak yang jadi kewenangan pihak lain lapornya ke Gubernur Banten.

Saya sering dapat laporan jalan macet parah di depan Pasar Baros di wilayah Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Akibat semrawutnya pasar itu membuat akses Jalan Raya Pandeglang-Serang di depan Pasar Baros kena imbasnya, sering macet. Saya prihatin.

Kebetulan, Selasa (2/4/2019) lalu, saya melintasi jalan itu usai membuka Pelatihan Dasar CPNS se-Provinsi Banten di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten di Kabupaten Pandeglang serta mengunjungi SMAN CMBBS dan kantor Samsat Pandeglang.     

Macet parah. Saya kontak Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Hadi Soerjadi. Saya minta untuk membersihkan bahu jalan yang kotor dan dipadati dengan pedagang. Saya minta pedagang pindahin ke dalam pasar. Bahu jalannya banyak sampah, jorok. Saya minta dibersihkan. Biar nggak macet terus.

Saya paham, perbaikan itu bukan kewenangan Pemprov Banten tapi pihak lain. Tapi saya gak bisa hanya diam melihat kemacetan itu. Sekarang akses depan Pasar Baros lebih lancar. Itulah pentingnya infrastruktur untuk mendukung perekonomian.

Infrastruktur, infrastruktur, dan infratsruktur. Itu yang terus terngiang. Warga saya jangan sampai kesulitan menuju tempat tertentu akibat buruknya jalan. Banyak jalan berlubang sangat membahayakan warga. Dengan spirit puasa, kita harus bisa menyingkirkan kesulitan rakyat. Melalui hal sekecil apapun, seperti menambal jalan rusak berlubang atau menyingkirkan duri dari jalanan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah, kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR.al-Bukhari, no.2989 dan Muslim, no 1009)

Jadi, membuang gangguan, menyingkirkan segala yang dapat mengganggu orang yang berjalan, berupa kotoran, duri, batu, jalan rusak, jalan berlubang, dan sejenisnya adalah sedekah. Mari bersedekah sebanyak-banyaknya di bulan suci ini. (*)

Berita Terkait

Opini / Puasa Biar Batin Sehat, Olahraga Biar Tubuh Kuat

Opini / Kerja Ikhlas demi Masyarakat, Tak Perlu Pencitraan

Opini / Kalau Ada yang Mau Sekolah hingga S-2 Kita Biayai

Headline / Kalau Dilarang Membangun karena Irasionalitas Saya Lawan

Headline / Jangan karena Tetangga Beli Mobil Baru Kalian Panas

Headline / Jangan karena Tetangga Beli Mobil Baru Kalian Panas


Baca Juga !.