Diancam Mutasi, Sejumlah Kepsek di Serang Resah

indopos.co.id – Sejumlah kepala SMK negeri di Kota Serang dan Kabupaten Serang, resah. Pasalnya, salah satu pejabat Kantor Cabang Dinas (KCD) Serang-Cilegon (Seragon) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten berulah.

Pejabat yang belum lama dilantik itu menebar ancaman akan memutasi sejumlah kepala sekolah (kepsek) tanpa alasan yang jelas. Dampaknya, hubungan sesama kepala SMK negeri dan SMA negeri tidak baik dan saling curiga terkait desas-desus mutasi tersebut.

Salah seorang kepala SMK negeri di Kecamatan Serang Timur kepada INDOPOS mengaku diancam dipindahkan ke sekolah yang lebih jauh dari tempat dia menjabat saat ini oleh pejabat KCD Seragon tanpa ada masalah.

  ”Sejak dia menjadi Kasubag Tata Usaha (TU) di KCD Serang-Cilegon, banyak kepala sekolah yang tidak respek. Padahal, sebelum jadi pejabat KCD dia cuma guru biasa di SMK Negeri 1 Kragilan,” terang seorang kepala SMK negeri yang minta namanya tidak dikorankan kepada INDOPOS, Selasa (14/5/2019)

Banyaknya kepala SMK negeri di Kota Serang dan Kabupaten Serang yang resah akibat isu mutasi oleh salah satu pejabat KCD Seragon itu diakui oleh Lilik Hidayatulloh, ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Provinsi Banten.

”Banyak kepsek yang mengadu ke saya terkait ulah Kasubag TU KCD Serang-Cilegon yang mengancam memindahkan para kepsek sepihak. Termasuk saya juga diancam dipindahkan ke SMKN 5 Kota Serang,” ujar Lilik yang juga kepala SMKN 2 Kota Serang ini.

Lilik juga mengungkapkan, keresahan para kepsek ini berawal saat mereka dikumpulkan oleh pejabat KCD Seragon tersebut, beberapa waktu lalu. Saat itu, kata Lilik juga, pejabat itu mengatakan kepada para kepsek akan ada rotasi dalam waktu dekat ini untuk penyegaran.

Nama-nama para kepsek sudah diplot dan akan dimutasi atau rotasi ke sekolah lain. ”Informasi yang sampai ke saya itu, Kepsek SMKN 1 Kragilan akan dipindah ke SMKN 2 Kota Serang, Kepsek SMKN 1 Anyer dipindakan ke SMKN 1 Kota Serang dan Kepsek SMKN 5 dipindah ke SMKN 1 Cikande,” ungkapnya.

Menurut Lilik juga, umumnya para kepsek tidak keberatan dimutasi, namun harus dengan cara yang elegan dan tidak overlapping. Karena yang berhak memindahkan para kepsek adalah gubernur atas usulan kepala Dindikbud Banten melalui BKD setempat. ”Akibat isu ini hubungan kami sesama kepsek jadi tidak nyaman. Saling curiga,” tukasnya.

 Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi yang dikonfirmasi INDOPOS mengaku terkejut dengan adanya isu mutasi sejumlah kepala SMK negeri di Kota Serang dan Kabupaten Serang tersebut.

Lantaran, selama ini pihaknya tidak pernah mengusulkan mutasi dan meminta kepada KCD Dindikbud Serang-Cilegon mendata nama-nama para kepala sekolah yang akan dimutasi.

”Saya baru mendengar informasi ini. Padahal, untuk memindahkan kepala sekolah kewenangan  pak gubernur. Saya sendiri sebagai kepala Dindikbud tidak tahu kapan akan dilaksanakannya mutasi dan rotasi para kepala sekolah itu,” cetusnya.

 Karena itu, Engkos meminta kepada para kepala SMK negeri dan SMA negeri untuk tetap bekerja seperti biasa dan tidak terpengaruh isu mutasi tersebut. Apalagi, dalam waktu dekat ini sekolah punya hajat tahunan yakni Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020.

 ”Saya mengimbau kepada para kepala sekolah tetap tenang. Bekerja seperti bisa dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar seperti itu,” papar Engkos juga.

Sementara itu, kepala KCD Pendidikan Serang-Cilegon Ahmad Ridwan yang dikonfirmasi INDOPOS mengaku menerima keluhan dari sejumlah kepala SMK negeri kalau ada stafnya yang sudah mem-plot nama nama kepala sekolah yang akan menduduki jabatan di tempat tertentu.

Bahkan, dirinya pun diberikan daftar nama-nama kepala sekolah yang akan dimutasi oleh stafnya tersebut.

”Memang saya diberikan daftar nama-nama kepala sekolah yang akan diusulkan dimutasi, namun tidak saya gubris,” terangnya.

Lantaran, ucapnya juga, belum ada instruksi dari Dindikbud Banten dan BKD Banten yang meminta daftar nama-nama kepsek yang akan diusulkan untuk dimutasi.

Lagian, ucap Ridwan juga, hak memutasi kepala sekolah bukan berasal dari usulan pihaknya.

”Untuk urusan mutasi kepala sekolah bukan ranahnya KCD Pendidikan. Itu yang perlu diketahui. Mutasi kepsek itu berdasarkan usulan dari Dindikbud kepada Gubernur Banten melalui BKD,” ungkapnya.

Terpisah, Kasubag TU KCD Serang-Cilegon  Faturohman yang dituding sejumlah kepala sekolah mengancam melakukan mutasi, ketika dikonfirmasi INDOPOS membantah telah membuat daftar nama-nama kepala sekolah yang akan dimutasi dan rotasi.

 Namun, dia mengakui diminta oleh penataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dindikbud Banten untuk mendata nama-nama kepala sekolah yang sudah menduduki jabatan selama empat tahun dan delapan tahun untuk dilakukan penyegaran.

”Saya diminta GTK mendata sesuai Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 tentang Masa Jabatan Kepala Sekolah,”  terangnya. Faturohman juga menjelaskan, penugasan kepala sekolah periode pertama paling sedikit dua tahun dan paling lama dua periode atau empat tahun.

Namun demikian, jika prestasinya baik kepsek bisa diperpanjang hingga delapan tahun. ”Itu aturannya saya melakukan pendataan,” paparnya.

Sedangkan Kepala BKD Banten Komarudin mengaku tidak tahu menahu tentang adanya pendataan nama-nama kepsek yang akan dimutasi oleh KCD Pendidikan Serang-Cilegon. ”Saya belum tahu adanya pendataan nama-nama kepsek oleh KCD Pendidikan yang akan diusulkan untuk dimutasi,” terangnya.

Karena itu, dia meminta agar para kepala sekolah SMA/SMK negeri di Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, tetap tenang dan fokus bekerja dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

”Sebenarnya siapa saja boleh mengusulkan mutasi kepala sekolah, termasuk wartawan juga boleh. Namun, keputusan mutasi dan rotasi itu ada ditangan pak gubernur atas pertimbangan Baperjakat. Tidak sembarangan,” papar Komarudin juga. (yas)

 

Komentar telah ditutup.