Megapolitan

Mengulik Omzet Penjual Buah Kurma di Pasar Tanah Abang

Redaktur:
Mengulik Omzet Penjual Buah Kurma di Pasar Tanah Abang - Megapolitan

SUNAH - Pedagang kurma di Blok C, Pasar Tanah Abang saat melayani pembeli, Selasa (14/5/2019). Nasuha/INDOPOS

indopos.co.id - Buah kurma disunahkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Masyarakat, khususnya umat muslim banyak memburu buah ini untuk memenuhi takjil berbuka puasa. Pasar Tanah Abang, banyak penjual grosir buah kurma. Mereka kebanjiran pembeli jelang Ramadan.

NASUHA, Jakarta

TAK lengkap berbuka tanpa jenis makanan yang satu ini. Paling dicari saat berbuka puasa. Apalagi mengonsumsi makanan ini disunahkan dalam agama Islam. Buah yang banyak dijumpai di negara-negara Timur Tengah ini banyak dijual di Indonesia. Ya buah kurma.

Untuk membeli buah kurma disarankan lebih teliti. Apabila kita salah memilihnya, mungkin saja akan menemukan binatang-binatang dalam buah kurma. Buah ini juga beragam jenisnya. Beberapa jenis buah ini sangat familiar dari negara asalnya.

Beberapa pasar di Jakarta banyak menjual buah kurma. Terbesar di antaranya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beberapa blok di pasar yang digadang-gadang terbesar di Jakarta ini bisa dijumpai pedagang buah kurma.

Koran INDOPOS berkunjung di Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di sana banyak dijumpai pedagang buah kurma. Untuk tiba di blok tersebut kita cukup naik bus Transjakarta dari stasiun Tanah Abang.

Waktu baru menunjukkan pukul 12.00 WIB, ketika INDOPOS melangkahkan kaki ke salah satu pusat grosir terbesar di Indonsia itu. Tapi kemacetan terjadi luar biasa.

Sepanjang Jalan Jatibaru dan Jalan KH Mas Mansyur penuh sesak dengan kendaraan. Pejalan kaki saja kesulitan untuk berjalan. Sepanjang trotoar dikuasai oleh pedagang. Kendaraan yang berada di badan jalan seolah-olah parkir. Tidak bergerak.

Untuk tiba di Blok C dari stasiun Tanah Abang saja butuh waktu 1 jam. Padahal bila ditempuh berjalan kaki hanya 15 Menit saja.

Saat tiba di Blok C, nampak beberapa pengunjung tengah melakukan jual beli di grosir yang menjual buah kurma. Di sisi lain, tampak pengunjung tengah memilih-milih buah kurma. Di bagian lain, para pelayan grosir berteriak-teriak menawarkan buah kurma kepada pembeli yang lalu-lalang. ”Yang bagus jenis kurma apa?” tanya seorang pembeli kepada penjual di Jalan KH Fachrudin, Blok C Nomor 149, Pasar Tanah Abang.

Sejurus kemudian, pelayan menghampiri pembeli tersebut sembari menunjukkan jenis-jenis buah kurma. ”Ada kurma Tunisia tangkai nih, kualitasnya baik. Tapi harga juga bagus,” ujar pelayan tersebut kepada pembeli.

Beberapa saat kemudian, pelayan pun mengemas kurma asal Tunisia tersebut dengan kantong. ”Silakan, yang mau kurma. Banyak tersedia di sini,” teriak para pelayan.

Ditemui INDOPOS, Selasa (14/5/2019), pemilik grosir buah kurma di Blok C, Pasar Tanah Abang, Eko Pamuji mengatakan, buah kurma banyak diburu pembeli jelang Ramadan. Tepatnya dua pekan jelang puasa. Mereka berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. ”Tapi kalau masuk Ramadan kembali normal,” ujar Eko Pamuji.

Dalam satu hari, menurut ayah dari dua orang anak ini, dia mampu menjual hingga tiga kwintal kurma atau 30 karton. Omzetnya meningkat 50 persen dari penjualan pada hari-hari biasa. ”Paling banyak dicari kurma jenis Tunisia tangkai, per kilogram (kg) harganya Rp 90 ribu,” terang pria 36 tahun tersebut.

Eko menuturkan, kurma jenis tangkai ini menyerupai buah aslinya. Hal itu yang menyebabkan, pembeli memburunya. Pada Ramadan hingga Lebaran pembeli buah kurma kembali normal. Bahkan, pada pertengahan Ramadan jumlah pembeli menurun. Karena, menurut suami Miftahus, 30, ini banyak pembeli yang melakukan mudik Lebaran. ”Seperti tahun-tahun lalu, peningkatannya sama. Jadi kita persiapannya sudah tahu, untuk stok barang misalnya,” ucapnya.

Pria yang sudah berjualan kurma selama enam tahun ini mengungkapkan, saat menjelang Ramadan biasanya grosir miliknya tidak melayani pesanan. Pasalnya, jumlah pembeli langsung sangat banyak. ”Ya sementara pas 2 minggu jelang Ramadan pesanan kita tolak. Kita fokus melayani pembeli harian,” katanya.

Pria yang tinggal di Jepara, Jawa Tengah ini mengaku, mendatangkan buah kurma langsung dari importir. Beberapa jenis kurma yang dijual di grosir milik Eko di antaranya, kurma Mesir dengan harga Rp 40 ribu per kg, kurma Madinah dengan harga Rp 70 ribu per kg dan kurma Iran dengan harga Rp 80 ribu per kg.

Hal yang sama dikatakan Nurhadi. Pemilik grosir buah kurma ini mengatakan, pembeli banyak memburu buah kurma saat dua pekan menjelang Ramadan. Dalam satu hari, dia mampu menjual 50 kg hingga 100 kg. “Paling banyak diburu pembeli ya jenis kurma Tunisia tangkai,” ujar pria 26 tahun itu.

Nurhadi mengaku setiap kilogram kurma Tunisia tangkai dijual Rp 90 ribu. Selain kurma jenis Tunisia tangkai, jenis madu Mesir juga banyak diborong oleh pembeli. Alasannya, harganya jauh lebih murah dan kulaitasnya juga tak kalah bagus. ”Untuk kurma jenis madu Mesir perkilonya kita jual Rp 50 ribu,” ucapnya.

Pria yang sudah berjualan selama sembilan tahun ini bercerita banyak suka dan duka melayani pembeli. Tidak sedikit, para pembeli rewel dan minta dilayani dengan cepat. ”Kita kewalahan aja melayani pembeli saat ramai. Ya, maunya kan mereka didahulukan,” katanya sembari tertawa.

Nurhadi mengaku omzet pendapatan berjualan kurma tahun ini meningkat, dibandingkan pada tahun lalu. Peningkatannya hingga 50 persen. ”Tahun lalu agak sepi, omzetnya naik hanya 20 persen,” ungkapnya.

Berbeda dengan yang diucapkan Eko, Nurhadi justru mengaku penjualan akan kembali meningkat sebelum Lebaran. Biasanya, pembeli hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. ”Sama peningkatannya saat jelang Ramadan. biasanya pembeli main kiloan aja, kan untuk takjil berbuka puasa di rumah,” pungkasnya. (*)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.