Megapolitan

Bangun Rusun untuk Korban Kebakaran, Sementara Sediakan Shelter di Lahan PT KAI

Redaktur:
Bangun Rusun untuk Korban Kebakaran, Sementara Sediakan Shelter di Lahan PT KAI - Megapolitan

SOLUSI SEMENTARA - Warga korban kebakaran membawa kasur di posko pengungsian Kampung Bandan, Jakarta Utara, beberapa hari lalu. Pemprov berencana membangun rusun untuk para korban kebakaran yang terjadi pada Sabtu (11/5/2019). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

indopos.co.id – Ada 400 Kepala Keluarga (KK) dari RT 011, 012, dan 013, RW 005 Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara masih menempati pos pengungsian pascakebakaran yang terjadi Sabtu (11/5/2019).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI rencananya membangun shelter atau hunian sementara (Huntara) bagi para korban kebakaran tersebut. ”Kami akan membangun shelter bagi korban kebakaran di Kampung Bandan di lahan milik PT KAI,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Langkah tersebut, menurut Anies dilakukan sembari proses pembangunan hunian tetap berupa rumah susun oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta. Pembangunan shelter saat ini, masih ujar Anies baru tahap pembicaraan dengan pihak PT KAI. “Kami akan bangun rumah susun bagi korban kebakaran di Kampung Bandan. Tentu saat proses itu, warga bisa menempati Huntara,” terangnya.

Selain menyediakan tempat hunian, salah satu program jangka pendek yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, adalah memastikan kebutuhan utama korban kebakaran terpenuhi. ”Penangganan jangka pendek adalah untuk memastikan semua warga yang terdampak kebakaran mereka terjamin kebutuhan dasarnya,” ucapnya.

Kebutuhan dasar itu, di antaranya tenda pengungsian, ada pelayanan kesehatan, dan pelayanan pangan, serta seragam untuk anak-anak sekolah dan buku-buku buat mereka. ”Insya Allah, Pemprov DKI memastikan jangka pendek kebutuhan mereka bisa dipenuhi. Tadi pagi (kemarin, Red) kami rapat juga khusus soal Kampung Bandan," kata Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, untuk proses pembangunan Huntara saat ini baru tahap pengukuran. Rencananya, Huntara tersebut bisa menampung 300 KK. Jumlah tersebut, menurutnya sudah sesuai dengan data dari Pemkot Jakarta Utara. ”Ini sesuai yang disampaikan dari Pak Wali, Huntara mampu menampung sekitar 200-300 KK,” bebernya.

Kelik mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga masih membicarakan masalah perizinan dengan PT KAI. Dia menargetkan shelter bisa dibangun dua hari ke depan. “Kita akan bahas lagi soal izin ini. Selanjutnya akan kita buat perjanjian kerja sama (PKS),” katanya. (nas)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Raperda Pengelolaan Sampah Diserahkan ke DPRD

Megapolitan / SKPD Segera Dirampingkan

Megapolitan / Drama Baru Pemilihan Wagub DKI, Pansus Bantah Terjadi Money Politic

Megapolitan / Mendagri Soroti Kekosongan Kursi Wagub DKI Jakarta


Baca Juga !.