Megapolitan

Anies: Masih Banyak yang Kekurangan saat Berbuka Puasa

Redaktur:
Anies: Masih Banyak yang Kekurangan saat Berbuka Puasa - Megapolitan

Ilustrasi Foto

indopos.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar serangkaian kegiatan buka puasa bersama yang menyasar warga kurang mampu di ibu kota untuk menyemarakkan Ramadan dan menghilangkan ketimpangan sosial.

”Banyak yang mengadakan buka puasa bersama, di waktu yang sama banyak juga makanan sisa yang terbuang. Padahal, di waktu yang sama pula, banyak warga yang berbuka tanpa mengkonsumsi secuil pun nasi,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada penandatanganan kerja sama di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Kegiatan bertema Berbuka Bersama Jakarta Bahagia (BBJB) yang dikelola ACT dan Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk dapur umum itu menyasar puluhan rukun tetangga (RT) di dua wilayah, yakni Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Setidaknya ada 242 RT yang disasar program tersebut.

Hal ini, sebagai tindak lanjut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Yayasan ACT, Yayasan Dompet Dhuafa Republika (DDR) dan Yayasan Rumah Zakat.

Objek PKS ini berupa penyediaan konsumsi sebanyak 100 paket per RT seharga Rp25 ribu per paket, minimal selama 5 hari di masing-masing RT dalam kurun waktu 15-27 Mei 2019. Pelaksanaan dapat lebih dari 5 hari apabila makin banyak donasi yang masuk dari elemen masyarakat.

Anies pun mengajak warga Jakarta untuk ikut berpartisipasi dengan memfasilitasi makanan berbuka puasa bagi masyarakat yang kurang mampu. ”Perlu saya garis bawahi bahwa Jakarta ini agak ironi. Sebagian bisa berbuka puasa dengan makanan yang sering berlebih, sementara sebagian justru berbuka dalam kondisi kekurangan,” tuturnya.

Anies mengatakan, ketimpangan sosial masih terjadi hampir di setiap kota besar, terutama di seantero Jakarta. Ketimpangan itu dapat dilihat dari sisi jarak antar kota yang semakin tipis, sementara perbedaan di dalam kotanya semakin besar bahkan meluas.

Kehadiran BBJB untuk kedua kalinya diharapkan menjadi upaya untuk menghilangkan ketimpangan sosial tersebut. Anies berharap, kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dan lembaga kemanusiaan bisa terus terjadi, sehingga akan ada lebih banyak lagi warga yang bisa merasakan kebahagiaan bulan suci Ramadan.

”Saya merasakan langsung di lapangan bagaimana rasa bahagia itu terasa, apalagi kalau menyaksikan lansia dan anak-anak. Mereka bisa merasakan makanan berbuka puasa yang lebih baik, mungkin jauh dari apa yang biasa mereka konsumsi. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan pahala lewat memberikan kebahagiaan kepada mereka lewat panganan terbaik untuk berbuka bersama,” kata Anies.

Vice President ACT Ibnu Khajar menjelaskan, Dapur Umum BBJB nantinya akan melibatkan masyarakat di masing-masing RT untuk ikut berkontribusi. Sehingga, BBJB menjadi ikhtiar bersama dalam menghilangkan ketimpangan di Jakarta sekaligus mengentaskan kemiskinan.

”Mungkin bagi kita, berbuka puasa bukan sesuatu yang sulit, berbeda bagi mereka yang kurang mampu, itu menjadi sangat luar biasa. Alhamdulillah, BBJB kembali digelar, semoga kami bisa terus melayani masyarakat dengan memberikan panganan bergizi untuk berbuka mereka,” kata Ibnu. (ant)

Berita Terkait

Megapolitan / Biaya Pengobatan Ditanggung Pemprov DKI

Ekonomi / Hiswana DKI Jakarta Berbagi Bersama Ratusan Anak Yatim

Ekonomi / Sambut Ramadan, Cadbury Tebarkan Semangat Kebaikan

Megapolitan / Komunitas Bogor Sahabats Gelar Buka Puasa di Vihara


Baca Juga !.