Internasional

Alabama Akan Keluarkan Larangan Aborsi

Redaktur: Nurhayat
Alabama Akan Keluarkan Larangan Aborsi - Internasional

Ilustrasi larangan Aborsi

indopos.co.id - Senat Negara Bagian Alabama menyetujui undang-undang yang akan melarang pengguguran kandungan dengan alasan apa pun, kecuali untuk keselamatan dan kesehatan ibu.

Undang-undang tersebut juga merupakan upaya agar Mahkamah Agung Amerika Serikat mempertimbangkan ulang masalah hak perempuan untuk mengggugurkan kandungan.

Dilansir dari Reuters, Dewan Perwakilan Rakyat Alabama sebelumnya telah menyetujui undang-undang tersebut dan sekarang akan diteruskan kepada Gubernur Key Ivey dari Partai Republik, yang menahan untuk berkomentar, apakah dia akan menandatanganinya, namun secara umum dia sangat menentang aborsi.

Undang-undang 25-6, yang disetujui itu, akan berlaku efektif enam bulan setelah gubernur menandatanganinya, tetapi pasti akan menghadapi tantangan hukum dari Serikat Kebebasan Warga Amerika Serikat dan kelompok-kelompok lain yang mengatakan akan menggugat.

Peraturan yang membatasi hak-hak aborsi telah diberlakukan pada 16 negara bagian pada tahun ini, empat gubernur yang telah menandatangani undang-undang tersebut menyatakan melarang pengguguran kandungan manakala detak jantung janin sudah bisa dideteksi.

Undang-undang Alabama tersebut lebih jauh lagi melarang aborsi pada tahap waktu mana pun. Mereka yang melakukan aborsi akan digolongkan melakukan kejahatan besar yang dapat dihukum antara 10 hingga 99 tahun penjara. Namun perempuan yang kandungannya digugurkan tidak akan dikenakan pertanggungjawaban pidana.

Namun para penentang menyebut aturan "detak jantung" sebagai larangan semu, mengingat detak jantung pada janin bisa dideteksi paling cepat ketika umur enam minggu, sebelum seorang perempuan mungkin menyadari apakah dia sedang hamil.

Seorang senator Demokrat, Linda Coleman-Madison menyebut kemunafikan Republik dengan mengajukan urusan kecil yang semestinya menjadi masalah pribadi "kini Anda masuk ke rahim saya. Saya ingin Anda keluar."

Pegiat sekaligus aktris Alyssa Milano menyarankan kampanye di media sosial dengan hastag #SexStrike sebagai tanggapan untuk kampanye menentang larangan aborsi dengan mendesak kaum perempuan untuk mogok melakukan hubungan badan dengan pria "sampai kita mendapatkan otonomi ragawi kembali". (yay)

Berita Terkait

Nusantara / Hamili Anak Tiri, Aborsi lalu Kabur

Nusantara / Pacar Mau Tanggung Jawab, Mahasiswi Pilih Aborsi


Baca Juga !.