Ekonomi

BNI Kembangkan Rumah Nelayan Indonesia

Redaktur: Ali Rahman
BNI Kembangkan Rumah Nelayan Indonesia - Ekonomi

Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI Catur Budi Harto (ketiga dari kiri) di sela Pembentukan Rumah Nelayan Indonesia dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/5/ 2019).

indopos.co.id - Senyum cerah nelayan Kampung Baru, Balikpapan menyambut hadirnya Rumah Nelayan Indonesia di daerahnya. Mulai di Balikpapan, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengembangkan konsep Rumah Nelayan Indonesia bekerjasama dengan Aruna, salah satu start up yang bergerak di bidang perikanan berbasis platform digital.

BNI memperkuat komitmennya untuk mewujudkan mimpi para nelayan agar dapat lebih mudah dalam mengakses layanan perbankan secara digital dengan Rumah Nelayan Indonesia, yang secara agresif akan dilakukan di sentra-sentra nelayan rakyat di Indonesia.

Rumah Nelayan Indonesia adalah suatu wadah dimana para nelayan dapat melakukan transaksi jual beli hasil tangkapan dan barang kebutuhan melaut secara digital melalui aplikasi Rumah Nelayan Indonesia, dengan memanfaatkan layanan perbankan secara end-to-end dari BNI.

Di Rumah Nelayan Indonesia, para nelayan dapat mengakses segala layanan perbankan terutama untuk pembiayaan usaha. Terdapat pula pemrosesan secara sederhana di mini processing unit untuk meningkatkan nilai jual dari hasil tangkapan nelayan.

Inisiasi Rumah Nelayan Indonesia dilatarbelakangi oleh belum adanya ekosistem berbasis digital yang dapat membantu nelayan meningkatkan taraf hidup dan produktivitasnya. Rumah Nelayan Indonesia diharapkan dapat membantu nelayan mulai dari kemudahan mencari ikan, menyediakan mini processing unit dan market place penjualan hasil dan kebutuhan melaut, serta memberikan pendampingan pada nelayan.



Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI Catur Budi Harto (keempat dari kanan) di sela Pembentukan Rumah Nelayan Indonesia dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/5/2019).

Peran BNI pada gerakan ini dimaksudkan untuk memastikan agar para nelayan mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan kepada nelayan melalui penambahan fungsi Agen46 pada rumah nelayan Indonesia. Setelah kembali dari melaut, nelayan dipastikan akan mendapatkan pembeli siaga atau Offtaker dimana Rumah Nelayan Indonesia dapat menghubungkan nelayan dengan pembeli.

Pembentukan Rumah Nelayan Indonesia dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/5/2019) seiring dengan kunjungan Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI Catur Budi Harto. Hadir juga pada kesempatan yang sama General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Banjarmasin Muhammad Arafad, Direktur Utama Aruna Farid Naufal Aslam, serta lebih dari 200 nelayan dari Balikpapan dan sekitarnya.

Catur Budi Harto menyatakan, inisiasi Rumah Nelayan Indonesia merupakan wujud kontribusi BNI untuk mensejahterakan nelayan, melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah di sektor kemaritiman. Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu penopang program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas nelayan, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

“BNI akan tetap terus mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia dan menyalurkan pembiayaan bagi segenap nelayan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” ujarnya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa sarana pengolahan ikan kepada Rumah Nelayan Indonesia, penyerahan sembako kepada nelayan dan warga sekitar, dan bantuan perbaikan masjid di area Kampung Baru, Balikpapan.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada nelayan, KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2019, dimana hingga 30 April 2019 KUR yang disalurkan BNI mencapai Rp 6,46 triliun yang menyentuh 73.547 penerima KUR di seluruh Indonesia. (*)

 

TAGS

bni

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.