Megapolitan

Revitalisasi Empat Pasar Terancam, Rekomendasi DPRD Bekasi Belum Keluar

Redaktur: Syaripudin
Revitalisasi Empat Pasar Terancam, Rekomendasi DPRD Bekasi Belum Keluar - Megapolitan

LEBIH MODERN - Pasar Baru Bekasi di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang sudah direvitalisasi. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Rencana revitalisasi empat pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi terancam molor. Lantaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak berani memulai revitalisasi sebelum rekomendasi dari DPRD setempat turun. Padahal, permohonan rekomendasi itu sudah diusulkan sejak Januari lalu.

”Kami masih menunggu rekomendasi dari DPRD Kota Bekasi sebelum merevitalisasi empat pasar yang akan dilakukan tahun ini. Tidak tahu kenapa belum keluar juga rekomendasinya. Padahal, sejak Januari lalu sudah diajukan," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindah) Kota Bekasi, Makbullah, (14/5/2019).

Makbullah menambahkan, empat pasar yang akan direvitaliasi itu adalah Pasar Jatiasih, Pasar Bantargebang, Pasar Medan Satria (Pasar Family) dan Pasar Kranji. Menurut dia juga, empat pasar itu akan direvitalisasi tahun ini karena kondisinya sudah tidak layak. ”Kalau disetujui DPRD, baru revitalisasi akan kami kerjasamakan dengan pihak swasta,” katanya juga.

Terkait keuntungan pemerintah daerah (pemda) atas kerja sama revitalisasi empat pasat dengan pihak swasta, Makbullah mengaku belum melakukan pembahasan hingga ke ranah tersebut. Namun, masalah keuntungan untuk pemda akan dibahas dalam perjanjian kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak.

”Biasanya keuntungan kerja sama itu, 60 persen untuk pengelola dan 40 persen untuk pemda. Karena swasta yang membangun pasar. Sedangkan pemda hanya pemilik lahan dan menerima keuntungan tiap tahunnya. Selain itu, setelah 20 tahun maka pasar akan jadi aset pemda,” ucapnya juga.

Menurut dia lagi, alasan paling mendasar melakukan revitalisasi karena usia empat pasar itu terlampau tua. Apalagi, rata-rata pendirian bangunan pasar itu dilakukan pada 1986 silam. Dari sejak pembangunan, empat pasar itu belum pernah sekalipun diperbaiki. ”Sejak dibangun, empat pasar itu belum pernah direnovasi,” paparnya.

Nantinya, kerja sama dengan pihak swasta itu akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama lantaran investasi perbaikan setiap satu pasar mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Makbullah memaparkan modal revitalisasi masing-masing pasar berbeda-beda.

Untuk Pasar Kranji revitalisasinya mencapai Rp144 miliar, Pasar Jatiasih sekitar Rp 44 miliar, Pasar Bantargebang mencapai Rp 42 miliar dan Pasar Family yang berada di Kecamatan Medansatria nilai revitalisasi mencapai Rp 17 miliar. ”Kemungkinan 20 tahun pasar akan dikelola swasta lalu dikembalikan jadi aset pemda," ujarnya lagi.

Makbullah berharap, pihak swasta memberikan lokasi sementara berdagang kepada para pedagang sebelum proyek revitalisasi dimulai. Tujuannya, kata dia lagi, agar pedagang yang ada di pasar tetap bisa menjalankan aktivasinya selama proses pembangunan pasar dilakukan.

"Meski dibangun, pembeli dan penjual tetap bisa bertransaksi karena kami sudah minta ke pihak ketiga agar dibuatkan tempat relokasi sementara. Hanya sementara kok, karena kita minta tahun ini selesai dibangun," cetusnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Kehidupan Perkotaan pada Tim Percepatan Penyelenggara Pemerintah dan Pembangunan, Benny mengatakan revitalisasi ini bentuk modernisasi pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi.

Pasalnya, hampir sebagian besar pasar di kota itu belum pernah diremajakan. ”Jadi, revitalisasi empat pasar itu karena bangunannya sudah sangat tua, dan tak terawat,” ujarnya. Dia berharap, DPRD Kota Bekasi bisa lebih cepat memberikan rekomendasi.

Apalagi, masih ada waktu beberapa bulan, sebelum pelantikan anggota DPRD Kota Bekasi yang baru hasil dari Pemilu 2019. ”Saya yakin sebelum ada pergantian wajah baru DPRD Kota Bekasi, rekomendasi revitalisasi empat pasar itu akan terbit,” tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Pembuang Limbah bakal Dijerat Undang-Undang

Megapolitan / Uji Coba PLTSa Sumurbatu Terkesan Dipaksakan

Megapolitan / Lima Kawasan TOD di Kota Bekasi Bakal Berkembang

Megapolitan / Kota Bekasi Kekurangan Dokter Hewan

Megapolitan / Lahan Kumuh di Kota Bekasi masih Tersisa 211,83 Hektare


Baca Juga !.