Feature

Ramadan Banget Nih, Buka Puasa Minim Sampah

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Ramadan Banget Nih, Buka Puasa Minim Sampah - Feature

RUMAH ALLAH- Masjid Burj Al Bakrie di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.FOTO:IST

Pengurus Masjid Burj Al Bakrie di Jakarta selama Ramadan menerapkan konsep "hijau" dalam menyiapkan makanan pembuka puasa bagi pengurus maupun jamaah masjid. Hal itu dalam upaya meminimalkan sampah, terutama sampah plastik.

Dalam menjalankan konsep Green Iftar, pengelola masjid menyajikan bala-bala, tahu isi, lontong dalam nampan serta menyediakan teko air minum dan gelas-gelas melamin, tidak menggunakan minuman kemasan dan makanan dalam kemasan plastik, kardus atau styrofoam.

"Kami menekan perilaku yang dapat menghasilkan sampah banyak pada jamaah, karena mengganggu ekosistem," kata pengurus Masjid Burj Al Bakrie Andi Rahman di Basement Gedung Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, (15/5/2019).

"Ini sudah tahun ketiga kalinya kami menerapkan buka puasa seperti ini," ia menambahkan.Dia mengatakan penerapan Green Iftar ditujukan untuk menghindari tindakan yang mubazir dan berlebih-lebihan sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan.

"Alhamdulillah penerapan ini sangat efektif sekali berbeda sekali ketika pertama kali bulan Ramadan dilaksanakan di masjid ini berdiri pada 2015," kata Andi, yang sudah empat tahun menjadi pengurus masjid.

Masjid Burj Al Bakrie, yang diresmikan pada awal 2015, mencanangkan Green Iftar tahun 2017 dan mulai melaksanakannya sejak Ramadan 2018. Menurut data Unit pelaksana Teknis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang di Kota Bekasi volume sampah DKI Jakarta yang masuk ke TPST Bantargebang pada hari pertama puasa Ramadan 1440 Hijriyah bertambah 864 ton dibandingkan pada hari biasa menjadi 7.864 ton. (*)

Berita Terkait


Baca Juga !.