Bola Dunia

Punggawa Atletico Eksodus, Liga Spanyol Kembali ke Rezim Duopoli

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Punggawa Atletico Eksodus, Liga Spanyol Kembali ke Rezim Duopoli - Bola Dunia

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. Foto: Javier Soriano / AFP

indopos.co.id - Sejak 2011 hingga musim lalu, Atletico Madrid dengan entrenador Diego Simeone bisa dibilang sukses merusak hegemoni duopoli Real Madrid dan Barcelona di Spanyol. Salah satu buktinya adalah Atleti yang jadi runner-up La Liga dua musim terakhir di belakang Barca. Bahkan mereka sempat menjuarai La Liga musim 2013-2014 yang sekali gus jadi titel La Liga pertama sejak 1995-1996.

Akan tetapi, hal itu sangat mungkin tidak berlanjut mulai musim depan. Ini karena kekuatan Los Colchoneros tergerus setelah banyak bintangnya yang memilih eksodus.

Yang terbaru adalah striker Antoine Griezmann yang ingin hengkang dari Atleti. Grizi mengikuti jejak Diego Godin, Juanfran, dan Lucas Hernandez yang lebih dulu out. Dua nama pertama hengkang dari Estadio Wanda Metropolitano lantaran kontraknya kedaluwarsa akhir musim ini. Sedangkan Hernandez dilego ke Bayern Muenchen dengan harga EUR 80 juta (Rp 1,29 miliar).

"Lima tahun yang luar biasa dan terima kasih banyak untuk semuanya. Saya akan selalu menyimpannya dalam hati," ucap Griezmann dalam video perpisahan yang diunggah di akun Twitter Atleti. Dan, laiknya pemain yang terang-terangan meminta pergi, Atleti sudah tidak terlalu mempertahankan Grizi.

Lantas, ke mana karir Grizi akan berlanjut? Inilah yang membuat asumsi bahwa dominasi Real-Barca kembali superior musim depan. Ya, Grizi 95 persen akan menuju Camp Nou. Pelatih Diego Simeone bukannya tidak tahu. Ia bahkan sudah ikhlas melepas kepergian Grizi ke salah satu klub seterunya itu.

Sebenarnya, Barca dan Barcelonistas masih sakit hati dengan apa yang dilakukan Grizi akhir musim lalu. Kala itu, dia yang disebut sudah deal personal malah membatalkan transaksi jelang musim berakhir. Itulah yang membuat mayoritas pendukung Barca mencemoohnya ketika Atleti kalah 0-2 di Camp Nou pada jornada ke-31 La Liga (7/4/2019).

Kekalahan memalukan Barca dari Liverpool pada leg kedua semifinal Liga Champions (8/5/2019) tampaknya membuat manajemen Barca berdamai dengan sakit hati terhadap Grizi. Bersama Frenkie de Jong dari Ajax, Grizi disiapkan jadi bagian era baru Barca musim depan.

Kebetulan, release clause Grizi juga turun per 1 Juli 2019. Dari awalnya EUR 200 juta (Rp 3,23 triliun) menjadi EUR 125 juta (Rp 2,02 triliun). Itu imbas dari kesepakatan di kontrak baru Grizi bersama Atleti yang ditekennya awal musim ini. Nominal itu tidak akan menjadi masalah bagi Barca. Dengan catatan, mereka berhasil menemukan klub untuk menampung Philippe Coutinho yang posisinya semakin terjepit karena performanya dianggap tidak bisa nyetel dengan pemain depan Barcelona yang lain.

Setali tiga uang dengan Barca, kekuatan Real juga bakal bertambah musim depan dengan Zinedine Zidane yang mengendalikan tim sejak awal musim. Kedatangan superstar Chelsea Eden Hazard dan bek muda potensial FC Porto Eder Militao jadi bukti serius bahwa Los Merengues ingin membalas capaian buruk musim ini.

Yang sangat menarik, gelombang eksodus Atleti sangat mungkin tidak hanya berhenti di Grizi. Masa depan bek Filipe Luis yang kontraknya juga habis akhir musim ini belum dapat kepastian. Itu belum termasuk Santiago Arias dan Saul Niguez yang juga diisukan pergi.

''Sangat sulit menemukan pemain dengan kualitas seperti dia (Griezmann, Red). Tapi, apa yang dilakukannya (dengan video singkat perpisahan, Red) adalah bukti dia bukan Rojiblanco sejak lahir karena ketika sebuah klub seperti Atleti berusaha keras mempertahankannya, maka mereka tidak pantas mendapatkan video (pamitan, Red) singkat seperti itu," kritik legenda Atleti Kiko kepada Marca. (bam)

Berita Terkait


Baca Juga !.