Opini

Kalau Ada yang Mau Sekolah hingga S-2 Kita Biayai

Redaktur: Juni Armanto
Kalau Ada yang Mau Sekolah hingga S-2 Kita Biayai - Opini

Oleh

H. Wahidin Halim

Gubernur Banten

Saat pertama kali menjabat Gubernur Banten, saya langsung fokus tiga bidang. Infrastruktur,  pendidikan, dan kesehatan. Kenapa? Ketiga masalah pelayanan mendasar itu yang belum dinikmati warga Banten. Tapi kini, setelah dua tahun saya menjabat, perbaikan infrastruktur mulai terlihat.

Saat ini sudah lebih dari 90 persen jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab Provinsi Banten diperbaiki. Sekarang, kalau mau ke kawasan wisata pantai, seperti Anyer atau ke Carita bisa lewat mana saja. Silakan dicoba. Mau lewat Pandeglang, lewat Ciomas, lewat Padarincang, atau lewat jalur biasa ke Cilegon, semua sudah bagus.

Selain infrastruktur, pendidikan di Banten ini juga mulai baik. Untuk sekolah tingkat SMA dan SMK negeri yang jadi kewenangan Provinsi Banten sudah gratis. Dananya dari mana? Dari Bosda yang kita anggarkan dari APBD Banten. Selain itu juga kita siapkan beasiswa. Bangunan dan fasilitas sekolah terus ditambah. Tidak boleh lagi ada pungutan apapun. Saya ingin, siswa SMA/SMK negeri fokus belajar dan belajar. Tidak perlu lagi mikir biaya sekolah.

Tidak hanya untuk siswa, untuk guru juga ada. Semua guru dapat insentif. Tambahan dana dari APBD. Biar guru fokus mengajar. Ada juga beasiswa untuk guru. Yang mau sekolah lagi, mau meningkatkan kompetensi sampai S2, kita biayai.

Target saya dengan program pendidikan ingin mengubah sumber daya manusia (SDM) Banten. Kita akui, SDM Banten memang masih bermasalah. Dengan pendidikan yang baik, akan meningkatkan kompetensi dan mendorong lahirnya SDM yang andal. Langkah itu akan dilakukan dengan penguatan lulusan siswa-siswi SMA/SMK. Saya sudah minta Dinas Pendidikan merancang kurikulum sekolah kejuruan atau sekolah vokasi yang siap pakai atau siap kerja. Ini prioritas saya!

Kenapa saya fokus pada lulusan SMK? Ternyata lulusan sekolah menengah ini yang jadi penyumbang terbesar pengangguran terbuka yang mencapai 8,53 persen di Banten tahun 2018 lalu. Tahun depan, saya minta siswa SMK bisa langsung kerja agar bisa mengisi lapangan pekerjaan di 14 ribu industri yang ada di provinsi ini. Bagaimana caranya? Kerja sama dengan industri. Tanya industri butuh tenaga kerja seperti apa? Penuhi keinginan industri dengan menyediakan tenaga trampil yang disiapkan melalui sekolah vokasi. Saya kira saat ini mulai dikerjakan Dinas Pendidikan. Hasilnya bagaimana? Kita lihat nanti. Ada peningkatan atau tidak.

Peningkatan SDM ini masuk dalam target RPJMD 2017-2022. Dalam RPJMD itu kita akan membuat sekolah yang mampu melahirkan orang-orang atau lulusan-lulusan yang berkompeten di bidangnya. Memang membangun pendidikan butuh waktu, tapi harus dimulai dari sekarang. Ya paling sepuluh sampai dua puluh tahun, kita bisa. Jadi berapa pun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pendidikan, saya berikan. Asalkan sesuai dengan aturan yang ada.

Bukan hanya sekolah, saya juga minta perguruan tinggi di Banten ini meningkatkan daya saing lulusannya. Lulusan perguruan tinggi di Banten ini harus terus mengembangkan inovasi dan kreativitas guna mencetak lulusan lulusan yang siap pakai dan mampu bersaing. 

Apalagi potensi SDM perguruan tinggi di Banten sangatlah besar namun masih perlu ditingkatkan khususnya pada aspek penerapan ilmu pengetahuan yang didapat selama mengenyam pendidikan.

Jika perguruan tinggi lulusannya siap pakai, maka pembangunan manusia di Banten juga akan semakin meningkat. Tinggal lulusannya disalurkan kepada sektor industri yang membutuhkan.

Harus diingat posisi Banten yang berdekatan dengan DKI Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta, yang jadi daya tarik para investor menanamkan modalnya  di sini. Ke depan industri semakin berkembang. Akan tetapi, banyaknya investasi  harus sejalan dengan perkembangan dan kemajuan daerah termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan penyerapan tenaga kerja asli daerah yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kita tidak bisa mencegah SDM dari luar berdatangan. Tapi SDM lokal harus siap dan mampu bersaing.

Beberapa hari lalu saya diundang Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) menghadiri stadium general dan penyerahan keputusan Menristekdikti tentang izin pembukaan program studi kedokteran. Bagus saya bilang. Saya dukung. Kalau perlu anggaran Rp 50 miliar bahkan Rp 100 miliar kami sediakan.

Saat ini Banten mengalami kekurangan tenaga medis khususnya dokter hingga 500 orang. Setiap tahun Pemprov Banten membuka seleksi CPNS untuk formasi dokter khususnya dokter spesialis, namun jumlahnya belum dapat memenuhi kebutuhan. Saya akan lakukan apa pun untuk mendukung SDM Banten agar lebih berdaya saing, lebih maju dari daerah lain. 

Kita semua harus terus memperkaya ilmu pengetahuan kita. Meningkatkan kompetensi kita. Itu sebabnya kita dianjurkan memperbanyak doa agar kita senantiasa diberikan ilmu bermanfaat. Sebagaimana firman Allah di dalam Surat Taha ayat 114:

"Dan katakanlah (olehmu muhammad),” Ya Tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.”

Di bulan Ramadan inilah kita harus memperbanyak doa, karena kata Allah barang siapa berdoa niscaya akan dikabulkan. (*)

Berita Terkait

Opini / Puasa Biar Batin Sehat, Olahraga Biar Tubuh Kuat

Opini / Kerja Ikhlas demi Masyarakat, Tak Perlu Pencitraan

Opini / Karena Membuang Duri di Jalan pun Sedekah

Headline / Kalau Dilarang Membangun karena Irasionalitas Saya Lawan

Headline / Jangan karena Tetangga Beli Mobil Baru Kalian Panas

Headline / Jangan karena Tetangga Beli Mobil Baru Kalian Panas


Baca Juga !.