Raket

Awas Victor Axelsen

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Awas Victor Axelsen - Raket

Victor Axelsen

indopos.co.id - Tak hanya sektor  lain, sektor tunggal putra juga berjanji  membantu tim Indonesia mewujudkan target juara di Piala Sudirman 2019 Nanning, Tiongkok. Membawa tiga amunisi, yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito, pengurus PP PBSI berharap para pemain mampu menunjukkan konsistensi permainan saat turun ke lapangan.

Kualitas dua nama pertama sudah teruji karena mampu masuk top ten dunia. Anthony kini berada di posisi tujuh  dan Jojo -sapaan karib Jonatan- menyusul di bawahnya. Sementara Shesar masih bertengger di ranking 41.

Penunjukan Shesar terbilang di luar dugaan karena Ikhsan Maulana Mustofa, pemain tunggal putra pelantas, sebenarnya lebih memiliki pengalaman bertanding di turnamen beregu.  Ikhsan sudah pernah memperkuat Merah Putih di Piala Sudirman dan Piala Thomas. "Performanya Shesar lebih baik, ini bagian penting. Di sini kami juga akan menguji mentalnya, jika tidak sekarang kapan lagi. Kami harus optimistis dan beri kepercayaan ke dia juga," kata Kepala Pelatih Tunggal Putra Pelatnas Hendry Saputra, di Jakarta, Rabu (15/5). 

Komposisi saat ini, menurut Hendry, adalah yang terbaik. Ia yakin anak-anak latihnya dapat menyumbang kontribusi bagi tim Indonesia, terutama saat berlaga di penyisihan Grup B menghadapi Denmark dan Inggris Raya.

Dari dua negara itu, Denmark memiliki pemain bulutangkis elite yang harus diwaspadai yaitu Viktor Axelsen, pemain tunggal yang kini menempati peringkat tiga dunia. Kendati pemain Indonesia kalah secara ranking, nyatanya Anthony dan Jojo tercatat pernah mengalahkannya. 

Menilik head-to-head, Anthony unggul 2-1 atas Axelsen. Sementara Jojo tertinggal 1-3, tapi kemenangannya baru didapat bulan lalu di Malaysia Open. Jojo menghentikan Axelsen straight game 21-18 21-19.

Menghadapi pemain Inggris Raya, Indonesia boleh menurunkan Shesar guna menyimpan tenaga. Negeri Ratu Elizabeth menurunkan dua pemain tunggal putra, yaitu Toby Penty (65 dunia) dan Alex Lane (98 dunia). Tercatat belum pernah ada pemain Indonesia yang bertemu dua pemain ini di turnamen resmi BWF.

"Sekarang kami tinggal meningkatkan fisik dan stamina, apalagi kualitas lawan di Piala Sudirman juga tinggi. Bukan hanya menghadapi penyisihan, tapi kami juga harus memikirkan perempat final, semifinal, hingga final," paparnya.

Kendati Indonesia unggul dari hitung-hitungan di atas kertas, Hendry tetap tak mau gegabah. Piala Sudirman merupakan turnamen beregu, beda dengan permainan nomor individu. PPh

"Pemain yang kami turunkan akan ditentukan jelang pertandingan. Kami harus lihat dari segala sisi, bukan hanya rekor pertemuan tapi juga kondisinya. Semoga anak-anak bisa menunjukkan konsistensi dan meraih hasil maksimal," papar  Hendry. (bam)

 

Berita Terkait

Raket / Piala Sudirman 2019, Indonesia Juara Grup B

Raket / Piala Sudirman 2019, Indonesia Bidik Juara Grup

Raket / Piala Sudirman 2019, Ginting tak Gentar Axelsen

Raket / Piala Sudirman 2019, Indonesia Bersiap Hadapi Denmark


Baca Juga !.