Megapolitan

Volume Sampah Tambah 40 Ton Selama Puasa, Tahun Depan Rencana Tambah Personel dan Armada

Redaktur: Syaripudin
Volume Sampah Tambah 40 Ton Selama Puasa, Tahun Depan Rencana Tambah Personel dan Armada - Megapolitan

MENGGUNUNG - Sampah yang ada di lokasi TPA Burangkeng, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Dok/INDOPOS

indopos.co.id - Tumpukan sampah di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan selama bulan Ramadan. Volume peningkatan itu mencapai 5-40 ton perhari.

Kenaikan volume sampah berulang setiap kali momen Ramadan dan Lebaran. Pemicunya adalah konsumsi rumah tangga yang meningkat di bulan puasa.

"Tren peningkatan volume sampah ini biasa terjadi. Setiap bulan Ramadan selalu ada peningkatan. Tapi persoalan ini tetap bisa ditangani," kata Kabid Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto, Rabu (15/5/2019).

Peningkatan volume sampah itu disebabkan timbunan yang ada di pasar-pasar tradisional. Begitu pun ada penambahan dari pemukiman warga.

"Kalau bulan puasa itu biasanya warga lebih suka mengonsumsi makanan kemasan. Itu sebabnya, ada penambahan volume sampah di setiap rumah tangga,” jelasnya.

Setiap hari, kata Dodi, sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng mencapai 800 ton. Dengan adanya kenaikan 40 ton dalam sehari, maka total sampah yang terbuang selama ramadan 840 ton perhari.

Menurutnya, di bulan puasa tidak ada pengurangan frekuensi pengangkutan sampah dari permukiman ke TPA Burangkeng. Bahkan, jadwal penarikan sampah dari rumah warga tetap masih sama dengan hari lain.

"Supaya masyarakat juga nyaman karena lingkungan bersih,” ucapnya. Termasuk jadwal petugas pengangkut sampah, kata Dodi, tidak ada yang dikurangi selama puasa.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penumpukan sampah di rumah-rumah penduduk. Pihaknya juga berencana untuk menambah personel lapangan serta armada untuk menyisir sampah dari berbagai titik di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Sayuti meminta kepada pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan seperti biasanya, walaupun sedang berpuasa. Jejen juga meminta petugas agar tetap siap sedia mengangkut sampah, tidak hanya dibulan puasa, tapi juga Lebaran.

Sebab, berkaca dari tahun sebelumnya, kenaikan sampah bakal mencapai puncaknya saat Lebaran.

"Sampah Lebaran sangat besar. Dan terjadi setiap tahun,” tandasnya. (dny)

Berita Terkait


Baca Juga !.