Megapolitan

Trase Kedua Tol Becakayu Resmi Diubah

Redaktur: Syaripudin
Trase Kedua Tol Becakayu Resmi Diubah - Megapolitan

GERBANG - Tol Layang Becakayu terus dikerjakan. Saat ini pembangunan bakal memasuki trase kedua. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Trase kedua pembangunan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) resmi diubah. Padahal, Pemerintah Kota Bekasi sudah mengusulkan perubahan trase itu sejak tahun 2016 lalu.

Pengerjaan tol layang Becakayu sendiri kembali dilanjutkan setelah mangkrak puluhan tahun pada awal 2015 kemarin. Ruas tol tersebut memiliki panjang 21 kilometer.

Pengerjaan trasenya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama sepanjang 11,8 kilometer dari DI Panjaitan sampai Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Sedangkan trase kedua dari Jakasampurna, Bekasi Barat sampai Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur sejauh 9,2 kilometer. Saat ini pengerjaan sudah memasuki trase 2a.

Namun, di tengah perjalanan pembangunannya, Pemerintah Kota Bekasi bersikukuh minta trase kedua diubah. Alasannya, desain trase kedua sebelumnya sudah tidak lagi relevan dengan kondisi estetika Kota Bekasi saat ini.

Karena ada perubahan desain trase kedua itu, rumah pribadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Komplek Rawa Semut, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi terancam digusur. Kepala Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah (IPW) Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi Erwin Guwinda mengatakan, rencana perubahan rute trase kedua tol layang Becakayu sudah diusulkan sejak akhir 2017.

Adapun, landasan perubahan trase tersebut adalah masalah estetika dan nilai ekonomis pembangunan jalan tol layang Becakayu. ”Dari rapat terakhir hari ini dengan Kementerian PUPR dan BPJT resmi berubah, kabarnya ya rumah Menteri PUPR dan tetangganya ikut kena gusur,” katanya, Rabu (15/5/2019).

Meski begitu, Erwin mengaku, hingga saat ini Pemerintah Kota Bekasi belum menerima Detail Engineering Design (DED) perubahan trase kedua dari pemerintah pusat. Sehingga pihaknya belum bisa menganalisis wilayah mana saja yang akan terkena dampak pembangunan.

Namun, kata Erwin, trase yang berubah tidak akan mengubah tujuan awal pembangunan tol layang Becakayu. Pemerintah Kota Bekasi tetap memberikan solusi agar trase tol layang Becakayu melintas di Jalan Raya Kemakmuran, Bekasi Selatan.

Rupanya perubahan trase bukan melalui Jalan Raya Kemakmuran, melainlan melalui Jalan M. Hasibuan - Jalan Chairil Anwar - Jalan Raya Kalimalang hingga Grand Wisata, Tambun. "Tujuannya kan agar warga Kabupaten Bekasi mudah kalau ke Jakarta. Trase baru ini tetap bisa memudahkan warga Kabupaten khususnya wilayah Tambun Selatan, Tambun Utara, Rawa Kalong bisa memanfaatkan infrastruktur tersebut,” jelas Erwin.

Meski demikian, kata Erwin, Pemkot Bekasi berharap pemerintah tetap memikirkan estetika pusat Kota Bekasi. Sebab, trase 2a tetap melintas sebagian di Jalan Ahmad Yani.

”Jadi kita minta yang di persimpangan over cross Mall Metropolitan dan Bekasi Cyber Park (BCP) konstruksinya pakai ‘Box Girder’. Jangan pakai ‘I Girder bridge’, jadi masih bisa kita tata ornamen di sana,” jelasnya. (dny)

Berita Terkait


Baca Juga !.