Internasional

Dijatuhi Sanksi Ekonomi, Iran Pilih Tahan Diri

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Dijatuhi Sanksi Ekonomi, Iran Pilih Tahan Diri - Internasional

SABAR-Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.FOTO:IST

indopos.co.id - Iran berkomitmen terhadap kewajibannya dalam perjanjian nuklir internasional. Meskipun, Amerika Serikat mundur dari kesepakatan bersejarah tersebut namun memberlakukan kembali sanksi oleh Washington.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membuat pernyataan tersebut dalam pertemuannya dengan mitra Jepang di Tokyo, Kamis (16/5/2019). Menurutnya, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, memicu kekhawatiran bahwa bakal terjadi konflik antara AS dan Irak.

Iran "sangat menahan diri meskipun AS mundur dari JCPOA pada Mei lalu," kata Zarif mengawali pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono. Zarif mengacu kepada Joint Comprehensive Plan of Action yang diteken pada 2015 oleh Amerika Serikat, Iran dan sejumlah negara lainnya. Iran diminta untuk mengekang kapasitas pengayaan uranium, yang digunakan untuk membuat bom nuklir, dengan imbalan pelonggaran sanksi terhadapnya.

Presiden Donald Trump tahun lalu menarik Washington dari kesepakatan nuklir. Pihaknya kini sedang menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran guna mencekik perekonomian mereka dengan mengakhiri penjualan internasional minyak mentah miliknya.

Jepang merupakan pengimpor utama minyak Iran selama beberapa dekade sebelum dijatuhi sanksi.(ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Iran Diduga Akan Langgar Batas Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari

Internasional / Langgar Ajaran Islam, Iran Tutup Ratusan Restoran

Internasional / Anggap Tak Sopan, Pasukan Elite Iran Gerebek Agensi Model

Internasional / Trump Ancam Iran akan Sangat Menderita

Internasional / Iran Tuding Politisasi Minyak oleh AS Kesalahan Fatal


Baca Juga !.