Ekonomi

Minyak Zaitun Bertolli Kini Bersertifikat Halal MUI

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Minyak Zaitun Bertolli Kini Bersertifikat Halal MUI - Ekonomi

SEHAT- Bertolli merayakan keberhasilan mendapatkan sertifikat halal MUI.FOTO:IST

indopos.co.id - Bersamaan dengan Ramadan, minyak zaitun Bertolli mengantongi sertifikat halal MUI. Bertolli merayakan kesuksesan tersebut dengan menggelar acara masak bersama Ahli Gizi & Kesehatan Emilia Achmadi dan Head of Asia Alberto Perez Martinto, di Jakarta (16/5/2019). Dalam acara tersebut diperkenalkan masakan dan menghilangkan persepsi yang salah terhadap minyak zaitun.

Dalam kampanye yang diluncurkan sebelumnya, Bertolli telah memperkenalkan bagaimana menggunakan minyak zaitun untuk memasak makanan khas Indonesia agar Iebih sehat dan harum. ”Melalui kampanye ini, kami ingin menciptakan kebahagiaan yang Iebih besar untuk memasak resep tradisional Indonesia yang tidak hanya bergizi tetapi juga memberi rasa lezat dan aroma yang khas. Semua karena Bertolli Olive Oil. Bertolli sangat senang bahwa sekarang sudah bersertifikat halal MUI. Bagi Bertolli, sangat penting untuk terhubung dengan konsumen kami. Kami memahami bahwa bagi Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia, Halal sangat penting. Melalui sertifikasi ini kami berharap dapat menunjukkan kepada Indonesia komitmen kami untuk memahami terhubung dengan audiens kami,” ungkap Alberto Perez.

Pada abad yang Ialu, penurunan kualitas makanan telah menyebabkan peningkatan jumlah risiko kesehatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia,pola makan yang tidak sehat adalah salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes dan penyakit lain yang terkait dengan obesitas" Meskipun memasak mungkin rumit bagi sebagian orang saat ini pada bulan yang suci ini, minyak zaitun Bertolli memperkenalkan masakan Indonesia yang spesial untuk Ramadan halal dan sehat, bersama Bertolli.

Gaya hidup sehat berarti memakan makanan bernutrisi yang tepat serta mencerminkan pola konsumsi yang seimbang. Ahli gizi Emilia Achmadi mengatakan “Ketika orang-orang mendengar kata ’Lemak’, mereka segera mengibarkan bendera merah di sekitarnya. Padahal penting untuk diketahui bahwa 30% dari makanan yang kita makan harus mengandung Iemak. Sel dan segala sesuatu di tubuh kita tumbuh subur dengan Iemak. Kita memiliki dua pilihan, Lemak yang memiliki sumber penyakit atau Iemak yang memiliki manfaat kesehatan tambahan. Mana yang akan kita pilih? Dalam proses memotivasi orang untuk gaya hidup yang lebih baik, Saya ingin mengajak orang untuk mengalihkan fokus mereka dari Iemak jahat ke Iemak baik," kata Emilia.

Lemak baik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak baik membuat kita kenyang dan tidak membahayakan tubuh kita. Penelitian menunjukkan bahwa lemak tertentu pada sayuran, kacang-kacangan dan ikan sebenarnya meningkatkan kesehatan. Anda mungkin sudah tahu potensi kelezatan dari hidangan yang dimasak dengan lemak sehat seperti Minyak Zaitun.

Dari sekian banyak jenis minyak, minyak zaitun mengandung 77 perseb lemak baik. Lemak baik ini mampu untuk menurunkan lipoprotein densitas rendah, kolesterol LDL yang dikenal sebagai lemak jahat. Hal ini meminimalkan risiko penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu bahan minyak zaitun alami bebas kolesterol dan tidak mengandung garam sehingga jadi sumber antioksidan yang baik.(srv) 

Berita Terkait

Kesehatan / Keuntungan Minyak Zaitun jika Digunakan Saat Memasak


Baca Juga !.