Bola Lokal

The Blues Chelsea Incar Frank Lampard untuk Mengisi Kursi Pelatih

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
The Blues Chelsea Incar Frank Lampard untuk Mengisi Kursi Pelatih - Bola Lokal

Manajer Derby County, Frank Lampard. Foto: Glyn Kirk / AFP

indopos.co.id - Chelsea finis di peringkat tiga klasemen akhir Premier League 2018-2019. Pelatih Maurizio Sarri pun dianggap gagal pada periode pertama kepemimpinannya ini. Kabarnya pelatih Derby County Frank Lampard yang juga mantan gelandang The Blues akan ditunjuk menggantikan Sarri musim 2019-2020 mendatang.

Chelsea dan Sarri musim ini menghadapi tiga partai perebutan trofi. Dua diantaranya berujung kegagalan. Pertama pada pembukaan musim yakni di ajang FA Community Shield di Stadion Wembley 5 Agustus tahun lalu. Kedua pada final Piala Liga 24 Februari lalu. Yang bikin semakin gondok semua kekalahan The Blues itu terjadi oleh Manchester City.  Kalau di FA Community Shield, Cesar Azpilicueta kalah 0-2. Maka di final Piala Liga, kalah adu penalti 3-4 setelah bermain seri tanpa gol di waktu normal dan tambahan 2x15 menit. 

Nah, final ketiga yang menanti Sarri adalah final Liga Europa pada 30 Mei mendatang di Stadion Olympic Baku. Asa jadi kampiun terbuka sebab lawan Chelsea bukan lawan yang mengalahkan mereka dua kali di partai final sebelumnya. Lawannya Arsenal, tim yang finis di peringkat kelima atau dua setrip di bawah mereka musim ini. Namun adanya pelatih Unai Emery yang sudah tiga kali mengangkat trofi Liga Europa menjadi pertimbangan sendiri.

Menurut media Italia Sport Mediaset kemarin (16/5/2019) ada dua tim yang meminati tenaga pelatih yang punya julukan Mister 33 itu. Yakni AS Roma serta mantan klub Sarri, Napoli. “Untuk saat ini tidak (ada pikiran kembali ke Italia,” kata Sarri seperti dikutip Daily Mail setelah Chelsea memastikan tiket final Liga Europa Jumat (10/5) lalu. Boleh saja pelatih 60 tahun itu bersikukuh bertahan di Cobham, markas Chelsea. Tapi kalau titah pemecatan Sarri datang dari sang bos Roman Abramovich, Sarri bisa apa?

Menurut talkSport ada berbagai alasan untuk memecat Sarri dari kursi kepelatihannya saat ini. Yakni relasi dingin Sarri-Abramovich. Sarri mengakui jika asistennya, Gianfranco Zola, orang yang paling sering bercakap-cakap dengan bos Abramovich. Dan bukan dirinya.

Selain itu, hubungan Sarri dengan suporter juga tak harmonis. Menurut The Sun, suporter Chelsea bahagia jika Sarri pergi. Bahkan para suporter bersedia membelikan tiket pesawat Sarri dari London ke Naples buat kembali melatih disana.

Misalnya saat Napoli kalah 1-2 oleh Atalanta di San Paolo (23/4/2019), terbantanglah sebuah spanduk 'Sarri Uno Di Noi' atau 'Sarri Salah Satu Dari Kami'. “Sekalian saja pertukaran pelatih, kami lebih memilih (Carlo) Ancelotti dibandingkan dia (Sarri, red.),” tulis salah satu warganet yang dikutip The Sun. Ancelotti pernah melatih Chelsea (2009-2011) dan memberikan tiga titel disana.

Yang paling parah tentu Sarri sudah kehilangan wibawa dan kharisma di depan pemain Chelsea. Lihat saja bagaiaman testimoni bek senior Chelsea Gary Cahill yang hengkang musim ini. “Periode terakhir saya di Chelsea (208-2019 atau era Sarri, red.) tak ingin saya ingat-ingat,” tutur Cahill.

Selain itu, 'pemberontakan' kiper Kepa Arrizabalaga yang menolak diganti Sarri di final Liga Europa membuktikan Sarri tak punya kekuatan atas pemainnya. Ketika kalah 0-2 oleh Arsenal di matchweek 23 (20/1/2019), Sarri berkata timnya tak punya motivasi.

Ohya, masih ada lagi daftar 'dosa' Sarri. Kekeraskepalaan Sarri akan taktik yang dipakainya yakni selalu 4-3-3 menjadi sorotan. Bahkan nama-nama pergantian pemain Sarri bisa ditebak itu-itu saja. Baru di sepertiga terakhir musim, Sarri mau mengakomodasi masukan. Misalnya memberikan jam lebih banyak kepada Ruben Loftus-Cheek, Callum Hudson-Odoi, dan Emerson.

Berbalik 180 derajat dari Sarri, maka pelatih Derby County Frank Lampard mendapat respek yang sangat besar dari pemainnya. Misalnya ketika menang 4-2 atas Leeds United kemarin (16/5/20109) pada leg kedua babak semifinal play-off di Elland Road.

Di akhir laga para Scott Malone, Fikayo Tomori, Jayden Bogle, dan Mason Mount membuat gestur teropong ke arah suporter mereka. Gestur itu dilakukan para pemain mewakili Lampard yang marah kepada pelatih Leeds Marcelo Bielsa karena mengaku memata-matai persiapan timnya.

Di ruang ganti tim tamu setelah kemenangan historis atas Leeds kemarin, para pemain bernyanyi dan menggubah khusus lagu untuk Lampard. Yakni Stop Crying Frank Lampard. Sebuah lagu klasik milik Oasis yang judul aslinya Stop Crying Your Heart Out.

 “Mengalahkan Bielsa yang dalam tiga pertemuan sebelumnya selalu menang adalah titik pencapaian tertinggi Lampard musim ini. Bielsa adalah pelatih yang menginspirasi Pep Guardiola dan Mauricio Pochettino,” tulis Fox Sports.

Bagaimana dengan skema permainan ? Versi The Sun, Lampard adalah pelatih yang luwes. Skema 4-2-3-1, 4-3-2-1, 4-1-4-1, 4-3-3, dan 3-5-2 pernah dijajal Lampard. Dan yang paling penting : Lampard mendapat respek dari suporter dan para pemain Chelsea sebagai salah satu legenda mereka. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Tinggalkan Chelsea, Sarri Latih Juventus

Bola Dunia / Maurizio Sarri Mudik ke Turin

Bola Dunia / Maurizio Sarri Mudik ke Turin

Headline / Chelsea Kampiun Liga Europa

Bola Dunia / Ini Perkiraan Susunan Pemain Chelsea vs Arsenal


Baca Juga !.