Megapolitan

Timbulkan Kemacetan, Proyek TOD Diprotes

Redaktur: Syaripudin
Timbulkan Kemacetan, Proyek TOD Diprotes - Megapolitan

Ilustrasi Foto

indopos.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi protes terhadap kebijakan Badan Pengelola Transportasi Jalan (BPTJ) terkait pendirian Transit Oriented Development (TOD) Bekasi Timur yang rencananya dibangun di kawasan Jatimulya, Kabupaten Bekasi.

”Intinya sih, setuju dengan TOD. Tapi saya tidak setuju dengan penerapan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan,” terang Kabid Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Kamis (16/5/2019).

Johan mengaku, dirinya sempat meninggalkan Ruang Rapat Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang membahas masalah TOD Bekasi Timur yang digelar Kamis (9/5/2019). Rapat itu terkait agenda finalisasi pembahasan penanganan dampak lalu lintas pembangunan TOD Bekasi Timur.

Johan mengaku kecewa karena usulan pembangunan jembatan dari kawasan TOD Bekasi Timur menuju Kalimalang sebagai akses keluar yang dulu sempat ada namun kemudian hilang dalam perencanaan proyek tersebut. Lantas arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Joyomartono, Kota Bekasi.

”Tidak bisa kita bayangkan, bagaimana kepadatan di kawasan itu. Ada apartemen dan beban Jalan Joyomartono sudah sangat berat,” katanya. Bukan hanya itu, kata Johan juga, Pemkot Bekasi juga kecewa karena perwakilan dari Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang akan dibangun TOD tidak diundang dalam rapat tersebut.

Kehadiran perwakilan Pemkab Bekasi dalam rapat rencana pembangunan TOD Bekasi Timur penting dimintai masukannya agar pembahasan seimbang. ”Kami sayangkan sekali itu. Saya perwakilan dari Dishub Kota Bekasi tidak mau semua dampak pembangunan TOD Bekasi Timur yang berada di wilayah lain tapi merugikan Kota Bekasi,” cetusnya.

Sikap keras yang dilakukannya, ujar Johan juga, karena terkejut ketika rencana pembangunan jembatan penghubung dari lokasi TOD Bekasi Timur ke Jalan Tarum Barat (Kalimalang) tidak jadi dibangun. Padahal, bila tidak ada jembatan penghubung dampak lalu lintas baik untuk mobil, motor dan angkutan umun akan menambah beban lalu lintas di Jalan Joyomartono, Kota Bekasi.

”Saya minta arus TOD Bekasi Timur jangan keluar masuk kendaraannya melalui Jalan Joyomartono. Lebih baik akses masuk keluar kendaraan melalui jembatan penghubung ke Kalimalang. Agar dampak kemacetan di Jalan Joyomartono berkurang,” paparnya juga.

Informasi yang diterima INDOPOS, TOD Bekasi Timur berada di wilayah Kabupaten Bekasi sebagai pendukung transportasi untuk Stasiun LRT (lintas rel terpadu atau light rel transit). TOD ini akan terintegrasi langsung dengan stasiun LRT Bekasi Timur.

Nantinya, di kawasan TOD itu akan dibangun apartemen sebanyak 16 tower dan pusat perbelanjaan baru. TOD direncanakan sebagai pusat ekonomi baru di kawasan Bekasi.

Sementara itu, Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi Harun Al-Rasyid mengatakan keberadaan jembatan penghubung itu sebenarnya sangat urgen, bilamana TOD Bekasi Timur jadi dibangun. ”Karena disitu akan berdiri 16 tower apartemen, bila tidak ada perencanaan akan terjadi kepadatan lalu lintas. Akan timbul kemacetan,” ucapnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Ini Aturan Baru PPDB SMP 2019

Megapolitan / Pemkot Bekasi Larang Pejabat Terima Parsel Lebaran

Megapolitan / PSU Masih Dianggap Sepele, Pemkot Bekasi Kejar Pengembang

Megapolitan / Bus di Bekasi Bakal Berbasis Online

Megapolitan / Ragam Masalah Akses Mudik, Masih Ada Jalan Rusak


Baca Juga !.