Nasional

Pemudik Menggunakan Bus dan Mobil Diprediksi Meningkat

Redaktur: Ali Rahman
Pemudik Menggunakan Bus dan Mobil Diprediksi Meningkat - Nasional

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

indopos.co.id - Jumlah pemudik yang menggunakan bus dan mobil diprediksi meningkat pada tahun 2019. Hal itu menyusul telah dapat digunakannya jalan tol TransJawa dan Jalan Tol Trans Sumatera dari Bakauheni sampai Palembang. Tingginya harga tiket pesawat juga membuat warga beralih menggunakan kendaraan moda transportasi tersebut.

"Saya bicara ke operator bus, kisaran kenaikan penumpang sekitar 20-25 persen. Yang dari pesawat ke bus. Itu bukan hanya dipicu tiket. Tapi juga karena ada akses jalan tol. Masyarakat yang domisilinya dekat jalan tol, akan menggunakan bus atau mobil pribadi. Perkiraan 30 persen masyarakat beralih ke kendaraan bus dan pribadi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sejumlah hal kata dia telah dilakukan. Serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Misalnya pada H-10 dan H+10 pekerjaan kontruksi di ruas tol akan dihentikan sementara.

"Juga ada pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama. Sudah selesai, besok akan ditinjau. Kita juga mengoptimalkan rest area, sejak 1 tahun lalu, kita manage. Dibuat zonasi, dan parkir Mana yang beli bensin dan parkir. Itu ada jalurnya," ujar Budi.

Dia menambahkan, rest area tidak hanya ada di jalan tol. Di luar juga. Selain itu, contra flow akan dilakukan. "Tergantung situasi. Sudah koordinasi," beber Budi.

Adapun untuk penyeberangan di Pelabuhan Merak, sistem ganjil genap, juga situasional. Hal dilakukan karena pasti akan ada lonjakan. Jalan tol jadi menarik perhatian. Yang tadinya tidak ingin nyebarang, jadi nyebrang. Kapasitas bisa 200-300 persen meningkat.

"Kita punya skema ganjil genap. Itu apa sih. Sifat untuk dorongan aturan ganjil genap adalah imbauan. Tetap dilayani. Biasanya kalau nyebarang ke Sumatera, biasanya rombongan. Jadi supaya tidak terpisah, tidak mengapa kalau ganjil dan genap nyebrang. Kebijakan ini supaya tidak ada antrian yang panjang," jelas Budi.

Imbauan ganjil genap bagi mobil yang akan menyeberang mulai tanggal 30 Mei - 2 Juni 2019. Imbauan ganjil genap ini juga berlaku pada puncak arus balik. Yakni pada 7 Juni 2019 sampai 9 Juni 2019. Imbauan ini berlaku di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni.

“Jadi Pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan genap pada tanggal 30 Mei mulai pukul 20.00 WIB sampai tanggal 31 Mei pukul 08.00 WIB. Demikian seterusnya bergantian sampai tanggal 3 Juni pukul 08.00 WIB berlaku di Pelabuhan Merak. Sementara yang dari Pelabuhan Bakauheni bagi yang menggunakan mobil dengan tanda nomor kendaraan ganjil dapat melintas mulai tanggal 7 Juni pukul 20.00 WIB sampai 8 Juni pukul 08.00 WIB, dan ini berlaku di Bakauheni sampai tanggal 10 Juni pukul 08.00 WIB," jelasnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan aspek keselamatan dan keamanan menjadi hal utama. Dia mengimbau pemudik tidak memacu kendaraan terlalu kencang. Kalau capek jangan dipaksakan. Pemudik bisa istirahat di rest area. "Untuk rest area di Trans Sumatera, aspek keamanan kita berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Sumatera Selatan," pungkasnya. (dai)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / BNI Fasilitasi PMI Mudik dari 5 Negara

Headline / BMKG Minta Pemudik Waspada Potensi Cuaca Buruk

Nasional / Kemenhub Berangkatkan Pemudik Sepeda Motor Gratis ke Semarang

Nasional / 600 Pemudik Diberangkatkan Secara Gratis


Baca Juga !.