Kesra

Sapuhi Berikan Solusi  Gunakan Kuota Haji Tambahan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Sapuhi Berikan Solusi  Gunakan Kuota Haji Tambahan - Kesra

BUKA PUASA - Acara diskusi Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi) di Jakarta membahas solusi penyelenggaraan kuota tambahan haji. FOTO:IST

indopos.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengumumkan 10 ribu kuota tambahan haji dari pemerintah Saudi kepada Indonesia diberikan untuk haji regular. Hal itu juga disepakati oleh Komisi VIII DPR

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan, bagaimana solusi atau jalan keluar terkait penyelenggaraan ibadah haji untuk kuota tambahan itu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim.

"Secara pribadi kita sudah menyampaikannya kepada Pak Arfi bagaimana untuk mencari jalan keluarnya," kata Syam saat menggelar buka bersama dengan anggota Sapuhi, di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Tawaran jalan keluar itu disampaikan karena sampai sekarang pemerintah belum menyelesaiakan dinamika terkait sumber dana yang digunakan untuk menyelenggarakan kuota haji tambahan sebanyak 10 ribu.  

"Dari anggaran yang memang juga belum diselesaikan oleh pemerintah, dalam hal ini presiden, untuk memutuskan boleh tidak sekitar 209 ribu lebih itu memberikan subsidi kepada jamaah haji 10 ribu," katanya. Karena tawaran solusi belum ada respons, maka Sapuhi masih menunggu bagaimana keputusan selanjutnya, apakah nantinya kuota tambahan 10 ribu itu digunakan untuk haji khusus atau tetap haji reguler yang biayanya diambil dari APBN dan BPKH.

"Tapi kita biarkan dulu proses ini berjalan, beliau (Arfi Hatim) tidak bisa memutuskan karena ini adalah instruksi menteri juga," katanya. Syam menuturkan, Arfi Hatim sebagai eselon dua di Kemenag tidak bisa memutuskan suatu keputusan yang strategis seperti halnya tentang distribusi kuota tambahan, apakah digunakan untuk reguler atau haji khusus. "Karena masih di bawah staf menteri sehingga beliau juga melihat dulu keadaan kondisi sekarang," katanya.

Syam memastikan jika pada saatnya nanti, misalnya kuota tamban 10 ribu itu tidak bisa digunakan oleh jamaah haji reguler dengan segala persoalannya, maka Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Sapuhi siap menjalankannya. 

"Misalnya dalam 10 ribu ini para sesepuh, reguler memang tidak bisa mengisi juga apabila masih diberi kesempatan kepada kami, maka kami berapa lama pun kesempatan itu insya Allah kami ambil," katanya.

Karena, kata Syam, PIHK selama ini dalam hal keuangan memang tidak diragukan lagi kesiapannya. Karena PIHK memiliki jamaah haji yang sudah mengantri dari jauh-jauh hari untuk diberangkatkan melalui jalur haji khusus.

"Karena terus terang kami sudah siap dengan daftar tunggu yang sekarang saja cadangan dari 20 persen itu masih 600 orang yang belum terakomodir dan sudah lunasi 8.000 dolar," katanya. Meski demikian, Syam mengaku, PIHK tetap menerima meski porsi kuota tambah nantinya tidak diberikan kepada haji khusus. PIHK akan tetap memaksimalkan porsi kuota haji khusus yang telah ditetapkan pemerintah sekitar 17 ribu. 

"Itu saja kami dapat sudah senang kami ia tidak punya beban kami pada kepada para jemaah yang dicadangkan dan sudah membayar lunas 8000 dolar tapi ternyata harus menunda tahun depan," katanya.(mdo)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Kemenag Mudahkan Jamaah Lewat Aplikasi Haji Pintar

Headline / Sekjen Kemenag Diperiksa KPK

Nasional / Panitia Seleksi Jabatan Kemenag Diperiksa KPK


Baca Juga !.