Nasional

Korlantas Polri Pastikan Arus Mudik-Balik 2019 Lancar

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Korlantas Polri Pastikan Arus Mudik-Balik 2019 Lancar - Nasional

GAGAH - Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri (kedua kiri) dan tim memantau langsung persiapan arus mudik di lapangan, Minggu (19/5/2019). FOTO: IST

indopos.coi.id - Guna memastikan arus mudik dan balik lebaran 2019 berjalan lancar. Korlantas Polri mempersiapkan dengan berbagai cara. Persiapan dilakukan antara lain dengan memantau langsung jalur mudik baik yang akan dilalui masyarakat.

Setelah sebelumnya Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri dan tim memantau langsung, jalur Trans Sumatera, pemantauan juga dilakukan pada jalur mudik trans Jawa - Bali. Pemantauan melalui jalur darat untuk jalur trans Jawa-Bali dilakukan sejak 17 April hingga 18 April 2019.

"Kita sudah berada di pulau Bali khususnya di kota Denpasar. Setelah kita melakukan perjalanan panjang dari kemarin ya dari Korlantas 08.00 WIB. Saya kira perjalanan ini menjadi sangat luar biasa ketika kita bisa juga melewati berbagai tempat ruas - ruas tol maupun non tol ya. Kalau kita lihat juga perjalanan hingga hari ini mulai kemarin kalau kita hitung kilometernya hampir 1.200 kilometer," urai Refdi di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Refdi menambahkan, dirinya dan tim juga melakukan peninjauan kesiapan pelabuhan penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk. "Kemudian kita melakukan penyeberangan dari Ketapang hingga Gilimanuk dengan kapal yang sangat memadai. Kita juga mendapat penjelasan dari salah satu GM pelabuhan yaitu Pelabuhan Ketapang saya kira penjelasan-penjelasan disampaikan oleh mereka dengan mengacu pengamanan di tahun lalu. Sudah sangat baik, hanya saja memang perlu kita optimalkan karena animo masyarakat pada saat mudik dan balik tentu menjadi lebih banyak lagi," terangnya.

Refdi memprediksi arus mudik dan balik tahun ini bakal terjadi peningkatan arus kendaraan sebesar 30 hingga 40 persen. "Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu estimasi-estimasi peningkatan mudik dan balik ini dengan 30 sampe 40 persen yang melintas pada ruas tol demikian juga penjelasan yang disampaikan oleh GM pelabuhan ketapang peningkatan 10 sampe 15 persen sudah dilakukan langkah-langkah antisipasi," tandasnya.

"Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan khususnya pada ruas tol adalah rekayasa dengan one way. Yang kita lakukan sudah betul-betul kita konsep dan sudah kita lakukan perhitungan-perhitungan, sudah kita lakukan analisa awal dan mudah -mudahan pada saatnya mulai tanggal 30 tanggal 31 Mei, tanggal 1 dan tanggal 2 Juni itu sudah bisa kita berlakukan khususnya pada ruas kita tetapkan yaitu kilometer 25 sampe 29 kemudian 263 brebes barat," lanjutnya.

"Kemudian juga pada saat balik yaitu di kilometer 189 Palimanan sampe nanti berujung dan berakhir di kilometer 25. Mudah - mudahan apa yang sudah kita lakukan peninjauan kemarin dan hari ini membawa sesuatu hal yang lebih baik lagi sehingga pada saatnya semua pun merasa bahagia dan menikmati perjalanan itu," ucapnya.

Kendati demikian, Korlantas menuturkan bahwa ada titik krusial yang perlu diperhatikan pemudik.”Memang ada beberapa titik krusial, yang pertama tentu pergerakan - pergerakan. Dimana kita memulai rekayasa lalu lintas dengan sistem one way. Yaitu pada kilometer 25 Cikampek sampe nanti kilometer 29. Itu adalah langkah pertama kita. Pada saat itu tentu perlu informasi, perlu sosialisasi dan lain sebagainya," ujarnya.

"Di penghujung kilometer 263 Brebes Barat karena di sana akan terjadi pengalihan arus, baik arus balik yang bergerak dari Semarang demikian juga yang bergerak pada jalur kanan pada lintas contra flow  yang selama ini kita berlakukan yang sekarang adalah untuk one way," terangnya lagi.

"Ini juga menjadi atensi kita. Justru itu kemarin kita sudah melakukan simulasi langsung di tempat di kilometer 263 dan mudah - mudahan juga akan membawa dampak yang lebih baik," lanjutnya.  Pada saat (arus) balik nanti, dikatakan Korlantas Polri, tentu titik krusial adalah di kilometer 189 Palimanan. "Karena titik itulah awalnya akan dilakukan one way sampe ke Jakarta di kilometer 25 kemudian hal - hal lain tentu bagaimana kita memanage rest area itu menjadi lebih baik. Manajemen rest area ini menjadi penting sehingga informasi harus lebih baik, lebih awal kepada masyarakat khususnya yang berada di jalur B yang selama ini digunakan untuk arus lalu lintas berlawanan," bebernya. 

"Demikian juga sebaliknya nanti kepada kita pada saat kita melakukan one way pergerakan dari Jawa Tengah menuju Jakarta tentu rambu - rambu sini menjadi sama. Jadi hal - hal yang perlu kita perhatikan baik pada ruas jalan itu sendiri maupun pada rest area, manajemen rest area lebih baik juga penggunaan - penggunaan bahu jalan ya," katanya. 

Refdi menekankan pentingnya penggunaan bahu jalan pada ruas tol untuk keadaan darurat saja. "Sekali lagi kami sampaikan bahwa bahu jalan yang ada pada ruas tol itu kita gunakan hanya untuk kepentingan darurat ketika persoalan apapun di jalan. Termasuk mungkin kelangkaan bahan bakar bisa dipenuhi segera dengan mobilitas yang sangat baik pada bahu jalan itu," tutupnya. (ibl/mdo) 

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Arus Balik, 42.727 Orang Lewati Terminal Kalideres

Nasional / Program Motis KA Rencana akan Tambah Kuota

Nasional / Pengamat Sebut Mudik 2019 Lebih Baik

Nasional / Pengamat Sebut Mudik 2019 Lebih Baik

Headline / Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Kapal Laut Meningkat

Headline / Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Kapal Laut Meningkat


Baca Juga !.